Air Mata Haru Eks Napiter Saat Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Surabaya

Reporter : -
Air Mata Haru Eks Napiter Saat Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Surabaya
Raut haru tampak di wajah Rosyid Hanifudin saat bendera Merah Putih berkibar di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (17/8/2025). Bersama 14 mantan narapidana terorisme (napiter) lainnya, ia berdiri tegap mengikuti upacara HUT ke-80 Republik Indonesia.

 

Surabaya, JatimUPdate.id, – Raut haru tampak di wajah Rosyid Hanifudin saat bendera Merah Putih berkibar di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (17/8/2025).

Baca Juga: Mematahkan Mitos, Meneguhkan Peran Mahasiswa dalam Pergerakan 

Bersama 14 mantan narapidana terorisme (napiter) lainnya, ia berdiri tegap mengikuti upacara HUT ke-80 Republik Indonesia. Bagi Rosyid, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kesempatan untuk berubah dan kembali ke pelukan bangsa.

“Pesan dan kesan kami setelah mengikuti upacara ini sungguh luar biasa. Ada rasa haru dan bangga bisa berdiri bersama masyarakat lain merayakan kemerdekaan. Bagi kami, kemerdekaan berarti kesempatan untuk memperbaiki diri dan membuktikan bahwa kami bisa kembali menjadi bagian dari bangsa ini,” ungkap Rosyid dengan mata berkaca-kaca.

Senada dengan kakaknya, Ahmad Zulfikar mengaku momen itu memberikan makna mendalam.

“Kemerdekaan adalah amanah untuk menjaga persatuan sekaligus peluang bagi kami menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Keduanya juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan dari Pemerintah Kota Surabaya, aparat keamanan, hingga lembaga masyarakat.

Dukungan itu dinilai sangat membantu proses adaptasi mereka kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba

“Pendampingan yang kami terima sangat berarti. Ada dukungan moral, ada juga modal usaha. Itu membuat kami merasa diterima kembali, tidak dipandang sebelah mata, dan lebih percaya diri memulai kehidupan baru,” jelas Ahmad.

Di momentum kemerdekaan ini, Rosyid dan Ahmad berharap Pemkot Surabaya terus memperkuat program pemberdayaan eks napiter, khususnya dalam bidang ekonomi dan keterampilan kerja.

“Kemandirian itu kunci agar kami bisa benar-benar bangkit. Dengan dukungan itu, kami yakin bisa berkontribusi untuk masyarakat dan menjaga persatuan bangsa,” tambah Rosyid.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menegaskan bahwa pelibatan eks napiter dalam peringatan HUT RI menjadi agenda rutin Pemkot.

Baca Juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan

“Setiap tahun, kami selalu mengajak mitra binaan ikut serta. Tahun ini ada 15 eks napiter yang ikut dalam upacara di Balai Kota Surabaya,” katanya.

Ia berharap momentum ini mempererat persatuan dan menghapus sekat di tengah masyarakat.

“Kita ingin kemerdekaan diisi dengan kegiatan positif. Semoga kebersamaan ini terus terjaga sampai generasi mendatang,” tegas Tundjung.

Kisah Rosyid dan Ahmad menjadi bukti bahwa proses pembinaan dan deradikalisasi bukan hanya membuka jalan perubahan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru. Bahwa mereka yang pernah tersesat, kini mampu bangkit dan berperan positif dalam kehidupan bermasyarakat serta bernegara. (ries/mmt)

Editor : Miftahul Rachman