Willy Dorong Pemerintah Pusat Kembangkan Ekonomi Madura
Surabaya, JatimUPdate.id – Anggota DPR RI Dapil XI, Willy Aditya, meminta pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di Madura. Ia menilai setelah Badan Pengembangan Wilayah Surabaya–Madura (BPWS) ditiadakan, arah pembangunan di kepulauan itu semakin sulit dikonsolidasikan.
Menurut Willy, perencanaan kawasan yang komprehensif harus segera dilakukan agar pembangunan Madura tidak berjalan parsial. Potensi besar yang dimiliki setiap kabupaten bisa dioptimalkan jika ditata dalam satu strategi bersama.
Baca Juga: DPR Sahkan 10 Dewas BPJS Periode 2026–2031, Ini Daftar Namanya
“Jejak sejarah Madura tidak boleh diabaikan dalam proses Indonesia merdeka. Perlawanan Trunojoyo hingga Resolusi Jihad menjadi catatan penting untuk memberi perhatian khusus kepada Madura,” kata Willy, Senin (8/9).
Baca Juga: DPR dan Pemerintah Sepakati Langkah Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI
Data BPS 2025 menunjukkan tingkat kemiskinan di Madura masih tinggi. Sampang 20,83 persen, Bangkalan 18,66 persen, Sumenep 17,78 persen, dan Pamekasan 13,41 persen. Angka itu jauh di atas rata-rata Jawa Timur yang hanya 10,55 persen.
“Kepulauan ini punya sumber daya ekonomi yang sangat pantas dioptimalkan. Ada Gili Labak dan Gili Iyang di Sumenep, hasil laut, jagung, garam, hingga potensi ekonomi biru dan energi terbarukan dengan garis pantai yang panjang,” jelasnya.
Baca Juga: Bamsoet Dorong Penguatan Regulasi Dana Desa agar Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
“Boleh saja pemerintah pusat membuat semacam otorita atau badan pengembangan kawasan ekonomi khusus. Intinya adalah strategi pengembangan Madura. Saya akan terus perjuangkan ini bersama teman-teman legislator dari Madura. Memajukan Madura adalah komitmen bersama,” demikian Willy Aditya. (*/Roy)
Editor : Miftahul Rachman