Laskar Sasak Desak Polisi Usut Tuntas Misteri Kematian Brigadir Esko

Reporter : -
Laskar Sasak Desak Polisi Usut Tuntas Misteri Kematian Brigadir Esko
Keterangan Gambar: Laskar Sasak

Lombok, JatimUpdate.id - Laskar Sasak Desak Usut Tuntas Misteri Kematian Brigadir Esko Faska Rely, anggota Intel Polsek Sekotong, Lombok Barat NTB, masih belum terkuak.

Sejak ditemukan jasadnya di belakang rumahnya, pada Minggu 24 Agustus 2025, di Dusun Nyiur Lembang Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, sudah sebulan berlalu, namun kronologi dan pelakunya belum juga terkuak.

Baca Juga: Lewat PTUN Mataram, Prof Hamsu Resmi Gugat Tiga Keputusan Rektor Unram

Spekulasi liar malah berkembang, menjadi bahan kasak kusuk masyarakat, yang kian membuat buram pengungkapan kasus kematiannya.

Karenanya, Laskar Sasak sebagai Ormas di NTB, merasa perlu bersikap, agar pengungkapan kasus misteri kematian Brigadir Esko segera terungkap.

Melalui pers rilisnya, DPP Laskar Sasak, dengan tegas menyatakan dukungan penuh agar kasus pembunuhan Brigadir Esko dibuka seterang-terangnya. 

Kasus ini bukan hanya persoalan hilangnya nyawa seorang anak bangsa, tetapi juga menyangkut wibawa hukum dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Sehubungan dengan itu, Ketua Umum Laskar Sasak beserta seluruh jajaran pengurus tingkat DPP, DPD, Korwil, dan Dewan Hankam menyatakan sikap sebagai berikut:

  1.  Mendesak Kapolri dan jajaran untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional tanpa rekayasa, tanpa tebang pilih, dan tanpa intervensi pihak manapun.
  2. Menuntut transparansi penuh kepada publik, sehingga setiap perkembangan kasus ini dapat diketahui secara terbuka.
  3. Mengutuk keras segala bentuk upaya menutupi kebenaran karena itu sama saja dengan mengkhianati hukum dan rakyat.
  4. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal proses hukum agar keadilan benar-benar ditegakkan.

Dalam pernyataannya, Ketua Umum Laskar Sasak menegaskan, mendorong Polri untuk membuktikan komitmennya dalam menegakkan hukum secara adil. 

Keadilan bagi Brigadir Esko bukan hanya soal satu nyawa, tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum. Kami percaya, dengan keterbukaan dan keseriusan, kebenaran pasti bisa ditegakkan.

Sementara itu, Ketua DPD Laskar Sasak Lombok Tengah, Lalu Toni, menambahkan, bahwa suara dari daerah juga sama kuatnya, masyarakat di akar rumput menuntut keadilan tanpa kompromi. 

Laskar Sasak Kami Lombok Tengah berdiri bersama DPP Laskar Sasak dan seluruh jajaran untuk mengawal kasus ini. 

Baca Juga: Konflik Pemilihan Rektor Unram: Pertaruhan Integritas Akademik di Tengah Polemik Usia dan Sanksi Etik

Mereka meminta, agar tidak ada lagi korban yang diperlakukan tidak adil hanya karena ada kekuasaan yang ingin ditutup-tutupi.

Sedangkan Dewan Hankam DPP Laskar Sasak, Bang Cin, menegaskan, dari perspektif pertahanan dan keamanan, kasus ini tidak boleh dibiarkan kabur. 

Jika aparat penegak hukum tidak bisa menuntaskannya, maka kepercayaan rakyat terhadap institusi negara akan runtuh. 

"Kami dari Dewan Hankam DPP Laskar Sasak mendesak Kapolri untuk membuka seluruh fakta, siapa pun pelakunya harus dihukum seberat-beratnya," ujarnya.

Laskar Sasak menegaskan kembali bahwa pihaknya siap berada di garis depan untuk mengawal proses hukum ini sampai benar-benar tuntas. 

Kronologi Singkat:

Komunikasi terakhir antara Brigadir Esko dan adiknya, terjadi pada Senin, 18 Agustus 2025. Saat itu, korban mengabarkan bahwa dirinya tidak enak badan.

Baca Juga: Laskar Sasak: Tolak Politik Kotor di Unram, Minta Kementerian Tunda Pemilihan Rektor dan Tunjuk Plt

Keesokan harinya, Brigadir Esko masih terlihat masuk kerja, di Polsek Sekotong.

Namun tiba tiba menghilang, tanpa kabar berita, hingga ditemukan mayatnya di kebun belakang rumahnya, dalam keadaan membusuk dan mengenaskan, pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Ada tali melingkar di lehernya, yang mengarahkan seolah korban bunuh diri.

Namun, hasil olah TKP Polda NTB menemukan ada bercak darah di beberapa ruangan rumahnya, serta hasil otopsi yang menyebut ada luka benda tumpul, di bagian leher dan beberapa bagian tubuhnya, yang menepis dugaan korban melakukan bunuh diri.

Untuk menguak kematian Brigadir Esko, Polda NTB sudah memeriksa 50 saksi, serta mengumpulkan barang bukti. (#)

Editor : Redaksi