Gencar Melakukan Pembangunan Gerai KDMP

Kades Sorinomo Dompu : Kolaborasi BUMdesa dan KDMP Akan Mensejahterakan Dan Memandirikan Warga Desa

Reporter : -
Kades Sorinomo Dompu : Kolaborasi BUMdesa dan KDMP Akan Mensejahterakan Dan Memandirikan Warga Desa
Kades Sorinomo Kec. Pekat, Kab. Dompu, Supardi didampingi Babinsa dan Koramil Kec. Pekat tengah tinjau lokasi pembangunan Gerai KDMP yang kini tengah memasuki tahap pembangunan fondasi gedung. (Foto Pemdes Sorinomo for JatimUPdate.id)

Pekat, Dompu, JatimUPdate.id - Pemerintah Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu bertekat memajukan perekonomian desa dengan mengkolaborasikan serta mensinergikan dua institusi ekonomi di Desa yaitu BUMdesa serta Koperasi Desa Merah Putih secara bersama guna mensejahterakan Desa beserta warganya.

Secara khusus, Pemdes Sorinomo menyatakan pihaknya kini dibantu sejumlah pihak tengah getol dan giat melakukan pembangunan gedung dan gerai Koperasi Desa Merah Putih di desa yang berada di Lereng Gunung Tambora yang posisinya relatif jauh dari Ibukota Kabupaten Dompu tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Atur Ritel Modern, Fokus pada Penguatan Koperasi Desa

Keterangan Gambar: eksklusif Keterangan Gambar: eksklusif

Kepala Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Supardi mengatakan desanya punya potensi ekonomi yang luar biasa, baik dari sisi agribisnis dengan luasnya hamparan perkebunan tebu warga desa, juga warga desanya banyak yang berusaha budidaya burung Walet guna diambil komoditas sarangnya yang bernilai ekonomi tinggi itu.

"Secara geografis Desa Sorinomo ini berada di Lereng Gunung Tambora dan sangat dekat dengan wisata dunia Pulau Satonda yang kini semakin mendunia itu. Potensi perekonomian Desa Sorinomo juga luar biasa baik untuk perkebunan tebu, sarang burung walet juga peternakan baik kambing, sapi juga kuda karena kawasan Savana diwilayah Kecamatan Pekat sangat luas sehingga hewan ternak bisa bebas berkeliaran layaknya peternakan alam bebas di Australia dan Amerika," kata Supardi membanggakan potensi alam desanya kepada Redaksi JatimUpdate.id via telp pada Sabtu pagi (31/01/2026).

Keterangan Gambar: ekslusif Keterangan Gambar: ekslusif

Secara khusus Supardi juga menambahkan disektor pertanian, warganya juga menanam sejumlah komoditas pangan lainnya seperti padi dan jagung serta tanaman palawija lainnya.

"Topografi dan kontur tanah di bumi Pekat Dompu ini relatif subur dan lahannya sangat luad sehingga sejumlah tanaman pangan mudah tumbuh dengan baik, padi, jagung, termasuk tanaman perkebunan kopi juga dikembangkan di lahan yang berada di Lereng Gunung Tambora tersebut. Ini bila dimasifikasi dan diintensifikasi bisa mendukung Program Ketahanan Pangan menuju Swasembada Pangan. Pekat bertekat jadi lumbung Pangan Nusa Tenggara Barat," jelas Supardi.

Selain tanaman pangan, Desa Sorinomo dan Desa-Desa di Kecamatan Pekat punya potensi alam yang mempesona termasuk keindahan alam kawasan Taman dan Hutan Rakyat (Tahura) Gunung Tambora yang telah dikenal dunia itu.

"Gugusan pantai-pantai di kawasan Kecamatan Pekat dengan fenomena Keindahan Gunung Tambora serta Pulau Satonda menambah daya tarik wisata yang menantang untuk dikembangkan. Ini peluang usaha yang mesti dikolaborasikan antara BUMdesa dan KDMP di kawasan Kecamatan Pekat kedepannya dengan sinergi positif sejumlah pihak baik perguruan tinggi, BUMN dan dunia pers agar semuanya bisa didayagunakan mensejahterakan warga desa," tegas Supardi.

Belajar dari beberapa pemuda tanah Jawa yang pada 2022 sempat bermukim selama sebulan di Desa Sorinomo yang banyak memberikan ilmunya.

Baca Juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi

"Dulu saat 2022 ada rombongan pemuda Jawa dan Laskar Sasak pernah bekunjung ke Sorinomo, salah satu diantaranya budayawan asal Jember bernama Miftahul Rachman atau dikenal Mas Memet mengenalkan skema pemberdayaan Desa dengan konsep Pentahelix alias lima aktor pemberdaya Desa yang terdiri Pemerintah, perguruan tinggi, Swasta-BUMN/BUMD, Media Massa dan Pemdes beserta warganya mesti berkolaborasi memajukan dan memandirikan Desa. Konsep itu yang kini diupayakan bisa berjalan," tegas Supardi.

Kolaborasi BUMDesa-KDMP Sorinomo

Kades Sorinomo Supardi menjelaskan bahwa pihaknya merangkul semua pihak dan tidak akan membedakan serta mengupayakan agar BUMdes dengan KDMP di desanya bisa jalan bareng, bekerjasama saling membagi peran dalam menggerakkan ekonomi desa dan warganya.

"Kerja sama antara pengurus BUMDES dan KDMP Sorinomo ini dibuktikan dengan adanya pinjaman modal BUMDes ke KDMP Sorinomo Bersinar sebesar Rp73 juta. Hal ini sekaligus menandakan begitu kompak dan mesra antara kedua belah pihak ini jarang dan langka terjadi di desa desa lain di Kabupaten Dompu," ujar Supardi.

Secara khusus pinjaman BUMDesa yang digunakan sebagai modal penyerta itu agar KDMP bisa segera beraktivitas  dan memulai usahanya

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa

"Kami Pemerinta Sorinomo berharap semoga segala hajat masyarakat petani serta warga desa bisa tercukupi dan terlayani sesuai dgn visi misi Indonesia baru dan Indonesia maju sebagai mana implementasi Asta Cita. Yang jelas Membangun Desa, Membangun Indonesia dan Desa adalah Koentji Peradaban Modern Indonesia Emas 2045," ungkap Supardi.

Kawasan Transmigrasi Berharap Dikunjungi Menteri-Wamen Transmigrasi

Lebih jauh Supardi yang asli Pulau Lombok itu menyatakan warga Desa Sorinomo ini kebanyakan dulu adalah warga Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat yang beberapa puluh tahun lalu ikut program transmigrasi sehingga bermukim di kawasan Kecamatan Pekat ini.

Kawasan transmigrasi ini kini telah berkembang menjadi pemikiman warga yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Pekat baik itu Sorinomo, Doropeti, Pekat, Calabai, Beringin Jaya, Kadindi dan lainnya.

"Harapannya Kawasan Transmigrasi yang sudah berumur ini tetap bisa mengenang sejarahnya dan mendapat perhatian Pemerintah. Syukur-syukur Menteri Transmigrasi serta Wamen Transmigrasi bisa berkunjung ke Kecamatan Pekat, karena saya membaca disejumlah media Menteri dan Wamen sudah berkunjung ke sejumlah kawasan transmigrasi di Nusantara, tapi Kecamatan Pekat yang juga wilayah Transmigrasi belum dikunjungi semoga bisa terlaksana," harap Supardi. (mmt/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat