UI Cordoba Gelar Konferensi Internasional, 61 Pembicara dari 5 Negara dan 235 Peserta Daring
Banyuwangi, JatimUPdate.id — Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi menggelar Cordoba Annual Conference 2026 dengan partisipasi luas dari dalam dan luar negeri.
Baca Juga: Harga Telur Ayam Ras: Stabil di Blitar, Melonjak di Banyuwangi
Kegiatan ini menghadirkan 61 pembicara dari 19 institusi serta diikuti 235 peserta yang bergabung secara daring, terdiri dari pemerhati pendidikan, pimpinan sekolah, pemerintah daerah, akademisi, dan mahasiswa.
Dari 19 institusi yang terlibat, 18 berasal dari Indonesia dan 1 dari Malaysia. Selain itu, konferensi ini juga menghadirkan pembicara dari Thailand, Taiwan, dan Australia, sehingga secara keseluruhan merepresentasikan lima negara dalam satu forum akademik.
Konferensi tahun ini mengangkat tema kontribusi generasi muda dalam penguatan pendidikan Islam, ketahanan ekonomi syariah, dakwah humanistik berbasis Al-Qur’an, serta pemanfaatan teknologi digital menuju masa depan berkelanjutan.
Keynote speaker nasional, H. Abdullah Azwar Anas, M.Si (Menteri PANRB RI 2022–2024), memaparkan pentingnya transformasi digital dan reformasi tata kelola pemerintahan yang berdampak .
Sementara itu, keynote internasional Assoc. Prof. Dr. Mohd Badrol Bin Awang dari Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia) menekankan pentingnya pendidikan Islam berbasis adab, integritas, dan kepemimpinan moral generasi muda.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas penyampaian dan substansi ilmiah, panitia menetapkan enam Best Speaker, yaitu Fiona Adella binti Ardenir (UNISZA Malaysia), Khairul Hadi (UIN Sunan Kalijaga), Ali Fahrizal (Universitas PTIQ Jakarta), Panggih Widodo (Universitas PTIQ Jakarta), Angelica Sekare Vijjaningrum (Universitas Islam Cordoba Banyuwangi), dan Ainus Sicha (UIT Lirboyo Kediri).
Rektor UI Cordoba, Prof. Agus Trihartono, Ph.D, menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi bukti kuatnya jejaring kolaborasi akademik yang terus berkembang.
“Dari Banyuwangi, kita membangun dialog ilmiah lintas negara. Kualitas akademik tidak ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan oleh komitmen terhadap kolaborasi dan integritas,” ujar Prof Agus Tri.
Melalui kegiatan ini, UI Cordoba berharap dapat terus memperkuat kontribusi akademik bagi pengembangan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun global.
Secara khusus Redaksi JatimUPdate.id mendapatkan kiriman pesan via fasilitas pesan sureal tentang seputar Universitas Islam Cordova.
Berikut petikannya yang merupakan hasil wawancara khusus tersebut :
“Geografi bukan ukuran bagi kualitas akademik. Academic climate tidak dibangun oleh jarak dari ibu kota atau pusat dunia, tetapi oleh keberanian untuk berkolaborasi dan kesiapan belajar dari simpul-simpul global. Dari Banyuwangi, kami ingin menunjukkan bahwa kampus daerah pun mampu menjadi bagian dari percakapan internasional.”
Baca Juga: Dewan Pers dan BNPT Gelar Workshop Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Banyuwangi
Prof. Agus Trihartono, Ph.D
Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi
Wawancara Khusus
Pertanyaan:
Apa gagasan utama yang ditawarkan melalui Cordoba Annual Conference 2026?
Jawaban:
Gagasan utama yang kami tawarkan adalah bagaimana generasi muda menjadi aktor kunci dalam membangun peradaban berkelanjutan. Konferensi ini mengintegrasikan pendidikan Islam, ketahanan ekonomi, dakwah humanistik berbasis Al-Qur’an, serta transformasi digital dalam satu kerangka yang utuh.
Kami ingin menegaskan bahwa revolusi digital tidak boleh berjalan tanpa fondasi nilai. Teknologi harus disertai integritas. Pendidikan tidak cukup hanya melahirkan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter dan kepemimpinan moral. Ekonomi pun harus tumbuh secara inklusif dan berkeadilan.
Masa depan, bagi kami, dibangun melalui sinergi ilmu, nilai, dan teknologi, dengan generasi muda sebagai penggeraknya.
Pertanyaan:
Apa makna strategis konferensi ini bagi perguruan tinggi, khususnya kampus di daerah?
Baca Juga: Patroli Udara Rutin Helikopter AS 365 N3+ Memastikan Kelancaran Arus Mudik Banyuwangi-Bali
Jawaban:
Konferensi ini menjadi bukti bahwa membangun academic climate yang kuat membutuhkan keberanian untuk membuka diri. Kampus tidak boleh merasa cukup dengan lingkungannya sendiri.
Untuk menciptakan iklim akademik yang sehat, kita harus berani berkolaborasi, berani bertukar gagasan, dan berani belajar dari jaringan global. Ketika ada visi, komitmen terhadap mutu, dan integritas ilmiah, batas geografis tidak lagi menjadi penghalang.
Dari Banyuwangi, kami ingin membangun model bahwa kampus di daerah mampu menjadi simpul dialog global.
Pertanyaan:
Apa dampaknya bagi mahasiswa UI Cordoba?
Jawaban:
Dampaknya sangat signifikan. Mahasiswa terpapar langsung pada diskursus internasional dan nilai-nilai yang membentuk karakter mereka.
Mereka tidak hanya menyerap teori, tetapi menyaksikan bagaimana akademisi dari berbagai negara berdialog dalam satu forum. Paparan ini membangun kepercayaan diri bahwa mereka adalah bagian dari komunitas global.
Kami ingin mahasiswa UI Cordoba tumbuh sebagai generasi yang cakap teknologi, kuat secara intelektual, dan matang secara moral. Konferensi ini adalah bagian dari investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter, agar mereka bukan hanya menjadi lulusan, tetapi menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas. (rilis/ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat