Kiai Zuhri Zaini; Mengejar Pahala Langkah Kaki dan Menunggu Sholat
Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Ibadah sholat berjamaah bukan sekadar rutinitas menggugurkan kewajiban, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang penuh dengan pundi-pundi pahala sejak langkah pertama dimulai.
Hal inilah yang ditekankan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, dalam pengajian khataman kitab Nashoihud Diniyah, pada Selasa (24/02/26).
Baca Juga: Kepala Pesantren Nurul Jadid, Kiai Abdul Hamid Wahid Raih Gelar Doktor Cumlaude
Menurut Kiai Zuhri, setiap jengkal jarak yang ditempuh seorang hamba menuju rumah Allah merupakan investasi akhirat yang luar biasa.
Beliau bahkan memaparkan sebuah pandangan menarik dari sebagian ulama: pilihlah jalur yang lebih jauh.
Jika seseorang memiliki dua pilihan jalan menuju masjid, Kiai Zuhri menyarankan untuk mengambil rute yang paling panjang.
Logikanya sederhana namun mendalam: semakin banyak langkah kaki yang terayun, semakin berlipat ganda pahala yang dicatat oleh malaikat.
"Semakin jauh perjalanan seseorang ke masjid, maka semakin banyak pahala yang didapat," tutur beliau.
Namun, beliau tetap memberikan catatan penting: semangat mencari pahala langkah kaki ini tidak boleh mengabaikan ketepatan waktu. Upayakan tetap hadir sebelum jamaah dimulai.
Baca Juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual
Tak hanya perjalanan menuju masjid, momen "menunggu" pun tak luput dari curahan rahmat. Kiai Zuhri menjelaskan bahwa seseorang yang duduk diam di dalam masjid sembari berzikir atau beristighfar menunggu waktu sholat, sejatinya sedang dianggap melaksanakan sholat di sisi Allah SWT.
Kiai Zuhri mengungkapkan beberapa poin utama keutamaan menunggu sholat antara lain:
• Pahala Setara Sholat: Menunggu waktu Jumat atau duduk di antara Maghrib dan Isya dengan berzikir/istighosah dihitung pahalanya sama seperti sedang menjalankan sholat.
• Doa Malaikat: Selama seseorang duduk menunggu waktu sholat, para malaikat tidak berhenti memanjatkan doa kebaikan untuknya.
• Penghapus Dosa: Sesuai sabda Nabi SAW, memperbanyak langkah ke masjid dan menunggu sholat setelah sholat sebelumnya adalah amalan yang mampu menghapus dosa.
Meski amalan-amalan tersebut sangat utama, Kiai Zuhri dengan bijak mengingatkan tentang skala prioritas.
Beliau menegaskan bahwa memperbanyak langkah dan menunggu di masjid adalah ibadah sunnah.
Baca Juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup
"Jika hal ini berbenturan dengan sesuatu yang wajib, maka harus mendahulukan yang wajib," tegasnya.
Jika ada kewajiban lain di rumah atau urusan penting yang mendesak, pulang setelah sholat tetap diperbolehkan dan tidak mengurangi nilai ketakwaan seseorang.
Beliau juga memberikan peringatan reflektif mengenai kepemimpinan. Meski seseorang yang meninggalkan sholat mungkin bisa meraih kejayaan dan menjadi pemimpin di dunia, namun di akhirat kelak, kemuliaan tersebut tidak akan mereka dapatkan. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat