Gubernur Khofifah Salurkan Bansos, PMD, Zakat Produktif Senilai Rp 8,776 Miliar untuk Kabupaten Nganjuk
Nganjuk, JatimUPdate.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk dengan total nilai Rp 8,776 miliar.
Bantuan tersebut meliputi bantuan sosial (Bansos), zakat produktif, dukungan pemberdayaan masyarakat desa dan bantuan pembinaan jalan kabupaten.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Senin (9/3/2026).
Program ini menyasar kelompok rentan, penguatan ekonomi masyarakat, serta dukungan pembangunan desa. Terlebih orang nomor satu di Jatim itu turut menyalurkan sejumlah Al-Quran yang dikirim dari Madinah Arab Saudi.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa penyaluran berbagai bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan.
“Berbagai bantuan ini diharapkan dapat memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus menjadi stimulan bagi masyarakat agar terus meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujar Khofifah.
Sebagian besar bantuan berasal dari program bansos Dinsos Jatim dengan total nilai Rp 4,001 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk sejumlah program perlindungan sosial dan pemberdayaan bagi masyarakat rentan.
Program Keluarga Harapan (PKH) Plus menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp 2,280 miliar. Bantuan ini diberikan kepada 1.140 lansia yang berasal dari keluarga penerima PKH Reguler dengan nominal Rp 2 juta per orang per tahun.
Selain itu, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) juga disalurkan kepada 167 penerima manfaat dengan total Rp 601,2 juta. Setiap penerima memperoleh bantuan Rp 3,6 juta per tahun yang dicairkan setiap triwulan.
Bantuan bagi warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem juga disalurkan kepada 601 penerima manfaat dengan total bantuan Rp 901,5 juta atau masing-masing Rp 1,5 juta per tahun.
Gubernur Khofifah menambahkan bahwa program-program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan.
“Melalui berbagai program ini, kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan yang tepat agar mereka dapat meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain bantuan sosial, Pemprov Jatim juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui Program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Jawa Timur Sejahtera (Jawara). Program ini memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 18 juta kepada enam penerima manfaat, masing-masing Rp 3 juta.
Para pilar sosial juga mendapat perhatian melalui penyaluran Bantuan Operasional (BOP) atau tali asih. Sebanyak 96 orang yang terdiri atas SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) menerima bantuan dengan total Rp 200,6 juta. Terlebih, bantuan permakanan turut diberikan kepada 40 penyandang disabilitas yang berada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas (LKS PD) senilai Rp 183 juta.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan berupa aspal untuk mendukung pembangunan dan perbaikan jalan di desa-desa melalui program pembinaan jalan kabupaten.
Selain itu, melalui BUMD Jatim disalurkan zakat produktif kepada 100 pelaku usaha mikro dengan total Rp 50 juta. Masing-masing penerima mendapatkan Rp 500 ribu untuk mendukung pengembangan usaha.
Di sektor pemberdayaan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim menyalurkan bantuan keuangan khusus berupa Rp 300 juta untuk penguatan BUMDesa di tiga desa, Rp 100 juta untuk Program Desa Berdaya di satu desa, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten sebesar Rp 25 juta.
Dukungan bagi desa juga disalurkan melalui beberapa perangkat daerah melalui Bantuan Keuangan (BK) Desa.
Dari Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga diberikan bantuan sebesar Rp 2,4 miliar untuk lima desa, sedangkan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebesar Rp 1,9 miliar yang juga diberikan kepada lima desa.
Gubernur Khofifah berharap berbagai bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan pemerintah desa. “Semoga bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mampu memperkuat kesejahteraan dan kemandirian ekonomi di tingkat desa,” pungkasnya. (red/yh)
Pewarta R. Setyo Wijoyo
Editor : Yuris. T. Hidayat