Pendapat Pengamat Soal Perang AS-Israel vs Iran sekarang

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Teuku Taufiqulhadi
Teuku Taufiqulhadi

Oleh Teuku Taufiqulhadi

Jurnalis Senior, Penulis Buku 1 Kota 3 Tuhan

Jakarta, JatimUPdate.id - Pada tahap ini, tahap disepakati   gencatan senjata selama 2 pekan, perang antara AS-Israel - Iran, belum ada pemenangnya. Atau semua pihak harus disebut pemenang. 

Pihak Iran menanggung kerusakan infrastruktur yang hebat akibat serangan AS dan Israel silih berganti. Iran memang tidak mampu menandingi kehebatan, terutama militer AS, di udara dan laut. 

AS dan Israel berhasil menghancurkan aset penting Iran seperti jalan raya, rel kereta api, bahkan -- dengan melanggar hukum internasional --  menarget sekolah, Universitas dll.

Pihak AS-Israel juga menghancurkan kilang minyak dan pembangkit listrik Iran. Bahkan juga berhasil membunuh para pemimpin Iran. 

Tapi rencana AS-Israel untuk melakukan pergantian rejim di Iran gagal total. Alih-alih pergantian rejim, justru dukungan rakyat Iran terhadap pemimpin makin solid.

Ketika Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik tenaga nukklir Iran, rakyat membentuk rantai manusia sebagai wujud solidaritas dan dukungan kepada kepemimpinan nasionalnya yang dipimpin para ulama. 

Bahkan kemudian Iran memberi pelajaran kepada Trump dengan nencekik jalur suplai minyak utama dunia, Selat Hormuz.

Langkah yg sangat mengejutkan ini membuat Trump ketakutan. Orang mengatakan, di tahap ini, kelihatan Trump yg mencari opsi jalan keluar dari perang.

Sedangkan ancaman akan menghancurkan peradaban manusia dengan meledak pembangkit tenaga nuklir, menurut anggota kongres AS dari Partai Demokrat, tidak lebih dari gertakan kosong belaka. 

Maka kapankan klaim kemenangan para pihak bisa terjadi? Saat perundingan berlangsung di Pakistan nanti. 

Perundingan untuk mengakhiri perang permanen, berbasiskaan 10 poin usulan Iran. Kita akan melihat, poin-poin mana saja yang diterima dan ditolak. 

Saya pikir, bagi Iran poin yg paling penting adalah pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran dan pencairan semua aset Iran yang dibekukan di Amerika dan negara Barat.

Iran pasti menghendaki adanya pembiayaan untuk membangun kembali infrastruktur yang dihancurkan AS-Israel. 

Selain itu, Iran dapat memastikan bahwa AS dan Israel tidak menyerang kembali Iran dengan pangkalan militer AS di Teluk harus dihapus semua. 

Sementara itu bagi AS yang paling penting adalah jaminan keamanan Selat Hormuz. Poin-poin lain opsional saja bagi Trump. 

Bagi Iran, poin Selan Hormuz tidak terlalu penting. Karena bagi negara ini, urusan kontrol Selat Hormuz dapat dilakukan setiap saat. 

Jadi kalau berlaku perkembangan ini dalam perundingan Pakistan, maka dapat dikatakan, Iran adalah pemenang perang ini. AS-Israel pihak yang kalah. 

Tapi untuk mencapai kesepakatan di Pakistan, waktu 2 minggu tidak cukup. Saya memperkirakan, waktu perundingan akan diperpanjang.