Hapus Batas Geografis Layanan Medis, Mahasiswa UNEJ Gagas Platform Telemedicine Lintas Negara
Jember, JatimUPdate.id - Di tengah pesatnya digitalisasi sektor kesehatan, sebuah ide gagasan visioner lahir dari mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) Kampus Lumajang.
Gagasan ini berupa pengembangan platform kesehatan digital skala global yang dirancang untuk meruntuhkan hambatan jarak dan wilayah dalam mendapatkan akses layanan medis berkualitas di masa depan.
Adalah Patricia Naomi Manik, mahasiswa D3 Keperawatan (FKep) UNEJ Kampus Lumajang, yang menuangkan konsep integrasi rekam medis elektronik internasional tersebut melalui karya esainya.
“Tema esai yang saya tulis adalah Global Smart Health: Integrated Digital Health Platform for Electronic Medical Records and Cross-Border Telemedicine. Ini berfokus pada pengembangan sebuah platform kesehatan digital global yang dapat mengintegrasikan rekam medis elektronik atau Electronic Medical Records (EMR) dengan layanan telemedicine lintas negara,” jelas Patricia.
Gagasan ini muncul sebagai jawaban atas sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil dan belum terintegrasinya data medis antar wilayah.
Dalam konsepnya, Patricia merancang sistem di mana pasien dimungkinkan mendapatkan konsultasi hingga diagnosis dari tenaga kesehatan terbaik di berbagai negara dengan jaminan keamanan data.
“Melalui platform ini, data kesehatan pasien dapat tersimpan secara digital, aman, dan dapat diakses oleh tenaga kesehatan yang berwenang di berbagai negara,” imbuh Patricia.
Ia menekankan bahwa kemudahan akses adalah kunci utama dari ide ini. “Hal ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan konsultasi medis, diagnosis, maupun tindak lanjut pengobatan dari tenaga kesehatan tanpa terbatas oleh jarak geografis.”
Pengembangan platform digital ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat pertukaran informasi medis, serta mendukung kolaborasi tenaga kesehatan global, terutama dalam menghadapi situasi darurat kesehatan atau pandemi.
Bagi Patricia, teknologi digital harus mampu menjadi jembatan bagi layanan kesehatan yang lebih manusiawi dan menyeluruh bagi siapa saja, di mana saja.
“Perkembangan teknologi digital saat ini sangat pesat, namun dalam sektor kesehatan masih terdapat banyak tantangan, terutama terkait akses pelayanan kesehatan dan integrasi data medis antar wilayah maupun negara,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Hal yang menarik bagi saya adalah bagaimana teknologi digital dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut, sehingga pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih cepat, efisien, dan inklusif bagi masyarakat global.”
Ide gagasan yang komprehensif ini berhasil mengantarkan Patricia meraih prestasi di panggung internasional. Ia sukses menyabet gelar Juara Harapan 2 dalam Kompetisi Esai Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Noor Huda Mustofa (NHM) pada Februari 2026.
Capaian ini menjadi bukti kualitas pemikiran mahasiswa UNEJ dalam merespons isu global, sekaligus menjadi sarana pengembangan diri bagi Patricia.
“Saya juga ingin menjadikan setiap perlombaan sebagai sarana untuk belajar, menambah pengalaman, serta memperluas relasi dengan mahasiswa dari berbagai jurusan, universitas, dan daerah,” pungkasnya.
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3. (mmt/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat