“Teluk Persia atau Teluk Arab? Percakapan Rahasia Qaddafi–Khamenei tentang nama yang tepat untuk teluk di Timteng”

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Foto lama pertemuan dua pemimpin negara di Timur Tengah yaitu  pemimpin Libya Muammar Qaddafi dengan koleganya Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Khamenei pada 13 September 1985.
Foto lama pertemuan dua pemimpin negara di Timur Tengah yaitu pemimpin Libya Muammar Qaddafi dengan koleganya Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Khamenei pada 13 September 1985.

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Sebuah foto lama atau kekinian diistilahkan foto jadul diunggah oleh satu anggota Grup WA Jaringan Indonesia, M. Idham Adriansyah yang mendapat respon beragam di grup, meski demikian Redaksi JatimUPdate.id berkeputusan untuk memuat foto dan deretan narasi yang ada guna dikutip dan di publikasinya ulang pada Kamis pagi (16/04/2026) mengingat peristiwa di foto itu yang bersejarah dalam konteks kekinian terkait pertemuan dua tokoh besar Di kawasan Timur Tengah era old. Selamat menikmati.

---------------------------

Pada 13 September 1985, berlangsung sebuah percakapan, antar dua tokoh penting, pemimpin Libya Muammar Qaddafi dengan koleganya Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Khamenei. Dan Muammar Qaddafi mengatakan:

"Dalam pertemuan pertama saya dengan Khamenei, selama percakapan tersebut, dia menggunakan istilah 'Teluk Persia', sementara saya menyebutnya 'Teluk Arab'.

Saya bertanya kepadanya:
'Apakah pantas jika Arab dan Persia berselisih tentang masalah ini, jika setiap orang hanya menyebut nama sesuai kehendaknya sendiri?'

Khamenei menjawab:
'Negara-negara di sisi lain teluk sebenarnya bukan Arab, melainkan koloni Amerika. Pada hari mereka menjadi revolusioner seperti Anda, saya akan menjadi yang pertama menandatangani dokumen yang menyebutnya Teluk Arab, Teluk Kuwait, atau nama apa pun yang Anda sukai. Namun saat ini, melakukan hal itu tidak menguntungkan kita, karena itu akan menyerahkan teluk kepada agen-agen Amerika.'

Dia juga mengatakan bahwa dia siap untuk meninjau ulang nama tersebut, tetapi hanya jika para pemimpin wilayah itu revolusioner, bukan berada di bawah pengaruh Amerika.

Qaddafi mengatakan:
'Saya setuju dengan hal itu.'

Khamenei menambahkan:
'Ketika kami melihat bahwa tanah Arab sedang membebaskan diri, kami akan menjadi yang pertama siap untuk meninggalkan nama "Teluk Persia", tetapi untuk saat ini lebih baik membiarkannya tetap "Persia" agar tetap terkait dengan Revolusi Iran, daripada menyerahkannya kepada Arab-Arab yang menjadi agen Amerika.'

Qaddafi mengatakan:
'Kita harus menyebutnya "Teluk Islam" dan mengakhiri masalah ini selamanya.'

Khamenei setuju dengan itu.
'Itulah yang harus dilakukan. Kita harus bersatu dengan saudara-saudara Iran kita dan tidak bertengkar atas masalah kecil ini.'

Sumber : Syed M Mehdi, Pakistan. (sof/yh)