Jemaah Haji Bondowoso Rampungkan Armuzna, Lansia Mampu Lontar Jumrah Tanpa Hambatan

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Jemaah haji asal Bondowoso yang tergabung dalam Kloter SUB 85, 86, dan 87 berhasil menyelesaikan rangkaian ibadah Armuzna, termasuk lontar jumrah di Mina. Kondisi jemaah, termasuk lansia, dilaporkan sehat dan tetap bersemangat. (Foto: Istimewa)
Jemaah haji asal Bondowoso yang tergabung dalam Kloter SUB 85, 86, dan 87 berhasil menyelesaikan rangkaian ibadah Armuzna, termasuk lontar jumrah di Mina. Kondisi jemaah, termasuk lansia, dilaporkan sehat dan tetap bersemangat. (Foto: Istimewa)

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Kabar menggembirakan datang dari Tanah Suci. Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Bondowoso yang tergabung dalam Kloter SUB 85, 86, dan 87 telah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dengan lancar.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bondowoso, Astono, mengatakan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan mampu mengikuti seluruh tahapan ibadah, termasuk prosesi lontar jumrah yang membutuhkan mobilitas cukup tinggi.

"Alhamdulillah Kloter 87 sudah selesai melaksanakan lontar jumrah hingga hari ketiga. Kondisi jamaah secara umum baik dan tetap semangat menjalankan seluruh rangkaian ibadah," kata Astono, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, kondisi menggembirakan juga terlihat pada jemaah lanjut usia (lansia). Meski harus mengikuti aktivitas ibadah di tengah cuaca Arab Saudi yang cukup panas, para lansia tetap mampu menjalankan lontar jumrah tanpa kendala berarti.

"Para lansia dalam kondisi sehat sehingga mampu melontar jumrah tanpa hambatan," ujarnya.

Astono menjelaskan, sejak sebelum memasuki fase Armuzna, seluruh jemaah telah mendapatkan pembinaan intensif dari petugas haji, khususnya pembimbing ibadah dan petugas kesehatan.

"Kondisi jamaah sehat semua. Mereka sudah siap mengikuti seluruh rangkaian ibadah karena sebelumnya telah mendapatkan pembinaan secara khusus dari petugas haji. Kesehatan mereka juga terus dipantau sebelum memasuki Armuzna," jelasnya.

Keberhasilan jemaah melewati fase Armuzna dengan baik menjadi kabar yang menenangkan bagi keluarga di tanah air. Sebab, fase yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lontar jumrah di Mina merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

Astono berharap kondisi kesehatan para jemaah tetap terjaga hingga menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Kabupaten Bondowoso dalam keadaan sehat.

"Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan menjadi haji yang mabrur," pungkasnya. (ries/mmt)