HA IPB Gelar Rakernas dan Pelantikan Pengurus 2025–2029, Fauzi Amro Tegaskan Transformasi Alumni untuk Bangsa

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
H. Fauzu Amro, Ketua Umum DPP HA IPB 2025-2029.
H. Fauzu Amro, Ketua Umum DPP HA IPB 2025-2029.

 


Jakarta, JatimUPdate.id — Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus periode 2025–2029 di Hotel Borobudur, Jakarta. 

Agenda ini menjadi tonggak awal konsolidasi organisasi alumni IPB dalam memperkuat peran strategisnya bagi pembangunan nasional.

Ketua Umum HA IPB, Fauzi Amro, menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan baru bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk melakukan transformasi organisasi secara menyeluruh.

“Pelantikan ini bukan akhir, tetapi awal dari kerja besar kita untuk menjadikan HA IPB sebagai organisasi alumni yang profesional, mandiri, dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Fauzi Amro.

Fauzi juga menuturkan, pada Rakernas HA IPB yang digelar satu hari sebelumnyA juga menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja organisasi ke depan, terutama dalam menjawab tantangan nasional di sektor pangan, energi, dan ekonomi.

Dengan mengusung tema Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa: Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Nasional, kegiatan ini mempertemukan berbagai tokoh penting lintas sektor yang merupakan bagian dari keluarga besar IPB.

Sejumlah pejabat dan tokoh nasional yang hadir dan tergabung dalam kepengurusan maupun ekosistem HA IPB antara lain Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dan Kepala BGN Dadan Hindayana.

Selain itu, turut hadir pula Menteri Bapenas Rachmat Pambudy, Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet, serta kepala BRIN Arif Satria yang menjadi bagian penting dalam penguatan jejaring alumni.

Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menunjukkan kekuatan besar HA IPB sebagai organisasi yang dihuni oleh para pemimpin di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga dunia usaha.

Menurut Fauzi, komposisi kepengurusan yang diisi oleh tokoh nasional ini menjadi modal strategis untuk mendorong HA IPB menjadi organisasi yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga berpengaruh secara eksternal.

“Ini bukan sekadar kumpulan nama besar, tetapi kekuatan kolektif yang harus kita orkestrasi menjadi solusi nyata bagi bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberagaman latar belakang para alumni justru menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam Rakernas ini, HA IPB juga menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi organisasi yang mandiri secara finansial dan profesional dalam pengelolaan program.

Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah pengembangan pusat kegiatan alumni seperti “HA Hub” yang berfungsi sebagai ruang kolaborasi, inkubasi bisnis, serta penguatan jaringan profesional.

Selain itu, organisasi juga akan mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk menciptakan sumber pendanaan berkelanjutan, sehingga program-program HA IPB dapat berjalan secara konsisten dan berdampak luas.

Fauzi juga menekankan bahwa ke depan, HA IPB tidak boleh hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi organisasi yang produktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Transformasi ini penting agar HA IPB bisa berdiri mandiri, tidak bergantung, dan benar-benar menjadi motor penggerak perubahan,” katanya.

Di sisi lain, HA IPB juga akan memperkuat peran sosial melalui berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk di bidang pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan.

Rakernas dan pelantikan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara alumni di pusat dan daerah, sehingga kontribusi nyata dapat dirasakan hingga ke tingkat akar rumput.

Fauzi menyebut bahwa jaringan alumni IPB yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan kekuatan besar yang belum sepenuhnya terorkestrasi dengan optimal.

“Alumni IPB ada di mana-mana, dari desa hingga pusat kekuasaan. Ini adalah kekuatan yang harus kita satukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa HA IPB siap mengambil peran strategis dalam mendukung agenda besar nasional, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan transisi energi.

Menurutnya, latar belakang keilmuan IPB yang kuat di bidang pertanian, lingkungan, dan sumber daya alam menjadi keunggulan yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

“IPB punya DNA di sektor pangan dan lingkungan. Ini yang akan menjadi kontribusi utama kita untuk masa depan Indonesia,” kata Fauzi.

Rakernas dan pelantikan ini menjadi simbol dimulainya babak baru HA IPB sebagai organisasi alumni yang tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga kuat dalam kontribusi dan pengaruh.

Dengan semangat sinergi dan transformasi, HA IPB optimistis dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Ketika alumni bersatu, kita bukan hanya besar, kita menjadi kekuatan perubahan dan pendorong percepatan pembangunan,” pungkas Fauzi Amro. (sof/yh)