Eric Hermawan: Popularitas Bahlil Harus Dibuktikan Lewat Kinerja Nyata
Jakarta, JatimUPdate.id - Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam tiga besar menteri dengan persepsi kinerja positif dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Namun, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Prof. Dr. Eric Hermawan mengingatkan bahwa persepsi positif dalam survei tidak boleh berhenti sebagai angka. Menurutnya, tantangan utama Bahlil ke depan adalah menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi kebijakan dan capaian konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Survei adalah cermin persepsi pada satu periode, sedangkan pembuktian akhirnya adalah hasil nyata yang dapat dilihat dan dirasakan rakyat,” ujar Eric.
Dalam survei IPO periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026, Bahlil memperoleh penilaian positif terhadap kinerja sebesar 32 persen. Angka tersebut menempatkannya di posisi ketiga setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 42,8 persen dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebesar 33,5 persen.
Menurut Eric, capaian tersebut patut diapresiasi karena Bahlil memimpin kementerian yang memiliki tingkat perhatian publik cukup tinggi. Sektor energi, pertambangan, investasi, dan hilirisasi memiliki dampak langsung terhadap perekonomian sekaligus menyimpan tantangan tata kelola yang kompleks.
Karena itu, Eric menilai persepsi positif tersebut harus menjadi dorongan bagi Bahlil untuk meningkatkan kualitas kebijakan dan memastikan manfaat sektor ESDM semakin terasa.
“Angka 32 persen harus dibaca sebagai modal sekaligus tantangan. Kebijakan energi, pertambangan, investasi, dan hilirisasi harus mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi tetap menjawab persoalan tata kelola, kepastian investasi, penerimaan negara, lingkungan, serta manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Eric mengatakan keberhasilan Bahlil tidak cukup hanya diukur dari seberapa tinggi tingkat popularitas maupun penilaian publik terhadap dirinya. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana kebijakan yang dihasilkan Kementerian ESDM mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Ia menyebut sejumlah indikator yang perlu menjadi perhatian, mulai dari penguatan ketahanan energi, peningkatan investasi berkualitas, keberhasilan hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah sumber daya alam hingga kontribusi terhadap penerimaan negara.
“Kalau persepsi publik sudah positif, maka pekerjaan berikutnya adalah menjaga kepercayaan tersebut melalui kinerja yang terukur. Jangan sampai popularitas tinggi tetapi masyarakat tidak merasakan manfaat kebijakan,” katanya.
Eric juga menilai posisi Bahlil dalam survei IPO dapat memberikan sentimen positif terhadap Kementerian ESDM dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, sentimen tersebut harus dipertahankan melalui konsistensi kebijakan dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, sektor yang dipimpin Bahlil merupakan salah satu fondasi penting pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, setiap kebijakan di bidang energi dan sumber daya mineral harus diarahkan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya soal personal Pak Bahlil. Persepsi terhadap kinerja Menteri ESDM juga berkaitan dengan kepercayaan terhadap kementerian dan agenda pemerintah. Karena itu, capaian positif ini harus dijaga dengan hasil yang konkret,” tegas Eric.
Eric berharap dalam enam hingga 12 bulan ke depan, Bahlil mampu menunjukkan peningkatan kinerja yang semakin kuat. Dengan demikian, persepsi positif yang tercermin dalam survei dapat berkembang menjadi kepercayaan publik yang lebih kokoh.
“Insyaallah Pak Ketua Umum Bahlil dapat terus meningkatkan kinerjanya dan mencapai kinerja terbaik. Ukuran akhirnya bukan peringkat survei, tetapi seberapa besar kebijakan itu membawa manfaat bagi rakyat,” pungkas Eric.
Editor : Redaksi