Afif Ingatkan Lima Tantangan Dirut Baru Perumda Air Minum Surya Sembada 

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
M Faridz Afif, dok Jatimupdate id
M Faridz Afif, dok Jatimupdate id

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Komisi B DPRD Surabaya M Faridz Afif menyoroti sejumlah pekerjaan rumah yang harus dihadapi Tias Alvin Papatria setelah ditetapkan sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya periode 2026–2029.

Afif mengatakan kepemimpinan baru PDAM Surabaya menghadapi tantangan untuk mempertahankan capaian layanan sekaligus memperbaiki sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian budaya kerja berbasis data. Menurut Afif, visi tersebut harus diikuti disiplin dalam mengeksekusi program, bukan cuma mengubah sistem yang telah berjalan.

“Dirut baru membawa visi budaya kerja berbasis data dan disiplin eksekusi. Fokusnya bukan mengubah total arah perusahaan, melainkan menyempurnakan fondasi sistem yang sudah ada,” kata Afif, kepada Jatimupdate, Selasa (18/8).

Ia juga menyoroti klaim cakupan layanan air 24 jam yang sebelumnya disebut telah mencapai 100 persen masyarakat Surabaya. 

Menurut Afif, capaian tersebut perlu dibuktikan secara konsisten di lapangan. Wilayah yang masih menjadi tantangan, kata dia, antara lain kawasan Surabaya Utara. 

Pun distribusi air bersih ke wilayah perkampungan juga perlu dipercepat.

Afif mengatakan persoalan infrastruktur menjadi tantangan berikutnya. Direksi baru harus menjaga tekanan air pada jaringan rumah tangga sekaligus melanjutkan peremajaan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) dan pipa-pipa tua.

“Manajemen baru dituntut menjaga kestabilan tekanan air di seluruh jaringan pipa rumah tangga. Peremajaan IPAM dan perbaikan pipa tua bawah tanah juga harus dilanjutkan untuk menghindari kebocoran,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Afif mendorong penguatan layanan digital. Aplikasi Customer Information System (CIS) PDAM Surabaya, menurut dia, harus dioptimalkan agar pelanggan lebih mudah mengecek tagihan dan melaporkan gangguan. Kecepatan respons terhadap pengaduan merupakan tolak ukur yang sangat penting. 

Afif mengatakan masyarakat akan melihat seberapa cepat gangguan air ditangani setelah laporan masuk melalui layanan pengaduan PDAM.

Persoalan keamanan fasilitas pelanggan juga menjadi perhatian. Afif menyoroti maraknya pencurian meter air di sejumlah wilayah Surabaya.

Ia berharap direksi baru menyiapkan langkah pencegahan, termasuk edukasi kepada pelanggan dan kebijakan untuk melindungi fasilitas air di rumah warga.

Afif mengatakan lima hal tersebut menjadi tantangan yang perlu diperhatikan direksi baru. Menurut dia, keberhasilan kepemimpinan Alvin tidak cuma diukur dari capaian perusahaan secara administratif, tetapi dari kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan pelanggan.

“Yang paling penting adalah bagaimana capaian layanan itu benar-benar dirasakan masyarakat, baik dari sisi aliran air, tekanan, kecepatan penanganan gangguan, maupun kemudahan mendapatkan pelayanan,” beber Afif. (Roy/mmt)