Pemkab Bondowoso Evaluasi MBG, Soroti Menu, Perizinan hingga SLHS
Bondowoso, JatimUPdate.id,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kualitas layanan dan keamanan makanan bagi penerima manfaat terus meningkat.
Evaluasi tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kualitas menu, kelengkapan perizinan, hingga pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i seusai mengikuti rapat koordinasi pelaksanaan program MBG di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Senin (14/9/2026).
"Termasuk menu, kemudian perizinan, termasuk SLHS, semuanya kita evaluasi," kata As'ad.
Menurutnya, evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan layanan terbaik kepada penerima manfaat.
Pemkab Bondowoso juga menerima sejumlah masukan terkait menu makanan yang disajikan. Salah satunya mengenai buah yang dinilai sebagian penerima manfaat berukuran terlalu kecil atau memiliki rasa yang kurang sesuai.
As'ad mengatakan, masukan tersebut telah dibahas dalam rapat dan akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Perbaikan kualitas menu, kata dia, perlu terus dilakukan agar makanan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Selain kualitas menu, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama Pemkab Bondowoso. Seluruh persyaratan dan prosedur, termasuk perizinan yang menjadi bagian dari standar operasional prosedur (SOP), diminta benar-benar dipenuhi untuk mencegah terjadinya keracunan makanan.
"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali di Bondowoso, berkat dukungan teman-teman. Alhamdulillah, di Bondowoso aman," ujarnya.
As'ad menegaskan, pencegahan harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan MBG. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjalankan SOP secara konsisten, tidak hanya dalam aspek perizinan, tetapi juga dalam penyediaan makanan.
"Paling tidak perizinan apa yang sudah menjadi SOP itu betul-betul dilaksanakan. Semuanya kami optimalkan, tidak hanya sebatas itu. Termasuk menu kami juga sampaikan bagaimana lebih baik lagi ke depan," tutur As'ad.
Data Penerima MBG Juga Dievaluasi
Selain kualitas dan keamanan makanan, Pemkab Bondowoso turut menyoroti pendataan penerima manfaat program MBG.
As'ad meminta apabila terdapat lembaga pendidikan yang memiliki siswa yang tidak berkenan menerima MBG, porsi tersebut dapat dialihkan kepada kelompok masyarakat lain yang masih membutuhkan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar makanan yang telah disiapkan tidak terbuang sia-sia. Di sisi lain, masih terdapat masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum mendapatkan manfaat program MBG.
"Daripada kemudian mubazir, boleh lah. Ini kan banyak saudara-saudara kita yang di 3T itu yang masih belum mendapatkan. Itu saya kira harus menjadi prioritas utama, menjadi paling garda depan untuk harus kita perjuangkan," katanya.
Pemkab Bondowoso berharap evaluasi secara berkala dapat mendorong pelaksanaan MBG semakin optimal, baik dari sisi kualitas menu, keamanan pangan, kelengkapan administrasi maupun ketepatan sasaran penerima manfaat. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat