Ratusan Petani Jember Unras Peringati Hari Tani Nasional, Bupati dan Anggota DPRD Jember Sepakati Tuntutan
Jember, JatimUpdate.id - Ratusan petani, yang berada dibawah naungan Serikat Tani Independen (Sekti) Kabupaten Jember, melangsungkan aksi unjuk rasa (Unras), di Depan Kantor Pemkab Jember, pada Senin (21/09/2026).
Unras itu digelar dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2026, menyongsong disahkannya RUU Reforma Agraria, yang kini sedang dibahas DPR-RI.
Mengawali kegiatan Unras, KH Saiful Rijal (Gus Saif), pengasuh Ponpes Ashri Talangsari, membuka acara dengan pembacaan sholawat.
Ditengah terik matahari, massa bertahan mengikuti panduan Gus Saif, sambil sesekali memberi semangat.
Gus Saif memastikan bahwa seluruh fasilitas unras yang tersedia berasal dari swadaya, bukan dari bantuan Pemkab Jember.
"Ini semua berasal dari rakyat ya, makan bawa sendiri, sound sistem juga bawa sendiri," ujar Gus Saif.
Usai pembacaan sholawat, para orator menyampaikan aspirasinya.
Mereka mendesak pemerintah dan pemangku kebijakan seriusi penanganan konflik agraria.
Ketua Sekti Kabupaten Jember Asiruddin, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa Sekti Kabupaten Jember, menaungi lebih dari 17 Organisasi Tani Lokal (OTL), yang jumlahnya mencapai lebih dari 50 ribu petani.
"Mereka adalah masyarakat yang terpinggirkan, dari kesempatan mendapatkan hak haknya atas tanah," katanya.
Negara masih lebih berpihak kepada korporasi, dan kaum pemilik kapital. Sementara, petani yang berada disekitar hutan dan perkebunan masih terpinggirkan.
"Karenanya, kami mendesak agar dibubarkan saja PTP, dan perhutani. Karena, terbukti merekalah yang membuat rakyat terdesak kehidupannya," tegasnya.
Tak heran, jika kawasan sekitar perkebunan dan perhutani telah menjadi sentra kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Jember.
Pada kesempatan itu, Bupati Jember Muhammad Fawait, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Jember Ahmad Halim, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember Widarto, Fuad Akhsan, Fatmawati, Ketua Komisi A Budi Wicaksono, dan Ketua Fraksi Nasdem David Handoko Seto, berkenan menjumpai massa aksi.
Setelah Bupati Fawait, menyampaikan dukungannya atas tuntutan Sekti Jember, mereka bersama sama menandatangani pernyataan tuntutan, yang tertuang diatas banner.
Isi tuntutan Serikat Tani Independen (Sekti) Kabupaten Jember diantaranya:
- Mendukung Sepenuhnya Percepatan Pengesahan RUU Reforma Agraria,
- Transparansi data tentang HGU, HGB dari ATR/BPN Kabupaten Jember
- Hentikan kriminalisasi petani,
- Distribusi tanah yang nyata,
- Penyelesaian konflik agraria,
- Pastikan tanah benar-benar untuk rakyat.
- Kawal pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), dan memasukkan Sekti Jember, sebagai bagian dari BRAN.
Usai penandatanganan bersama, massa membubarkan diri. (#)
Editor : Redaksi