Ceger, 26 September 2026. Obituari Mengenang Bang Karmin Durin

Bang Karmin Orang Baik

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Sejumlah kolega dan yunior yang rata-rata mantan PB HMI tampak tengah mensholatkan jenazah H. Bungkarmin Durin. (Foto Arief Rosyid for JatimUPdate.id)
Sejumlah kolega dan yunior yang rata-rata mantan PB HMI tampak tengah mensholatkan jenazah H. Bungkarmin Durin. (Foto Arief Rosyid for JatimUPdate.id)

 

Oleh Moksen Idris Sirfefa aka Ochen

 

Jakarta, JatimUPdate.id - "Kaban kenal gak orang ini? Kenal gak orang ini?" Kata bang Karmin. 

Saya dan istri agak terlambat tiba saat para kerabat dan keluarga bergiliran menabur bunga di atas pusara almarhum Bang Bachtiar Chamzah yang baru dimakamkan beberapa menit lalu di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, bakda shalat Jumat, 25 September 2026. 

Setelah ikut menabur bunga, saya keluar dari kerumunan orang dan Bang Kaban menunjuk-nunjuk saya, "Ochen dari mana baru kelihatan?"  Saya datangi bang Kaban dan menyalaminya di depan bang Karmin yang lagi duduk di atas kursi roda. Saya pun menyalami bang Karmin.

"Abang harus sehat, abang harus sehat", kata saya.  Dengan tatapan penuh optimis, bang Karmin bilang "iya chen!". Uni juga bilang, "iya chen, terima kasih." 

Gaya bang Karmin biasa begitu sama kalau ada saya. Suatu hari saya dan Ina ke rumah bang Karmin dan Uni di kawasan Menteng Atas. Kata bang Karmin ke Uni, "orang jelek kek gini, kok ada Kohati yang suka sama dia ya?"

Malam ini saya dan Ina baru saja tiba di rumah dari takziyah malam pertama Bang Bachtiar di daerah Setu Serpong Tangerang Selatan.  Saya buka hape dan lihat berita duka yang diposting mas Yuyon Ali Fahmi di grup PB HMI 1995-1997, Abangda Bungkarmin Durin telah berpulang. Saya tidak begitu yakin. Saya  tanya di grup PB HMI 1997-1999, siapa tahu ada yang mengkonfirmasi. Ternyata belum ada berita/konfrimasi dari grup yang satu ini. 

Saya langsung menelpon Uni. Dan benar, bukan jawaban tapi isak tangis haru Uni yang terdengar. Kata Uni, "abang ga ada tadi jam sembilan di rumah", Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun, kata saya. Uni masih nangis sambil menyinggung "kemarin abang masih bercanda sama ochen", saya pun gak bisa berkata apa-apa. Yang jelas, keduanya (bang Karmin dan Uni) sudah menjadi kakak kandung, anak-anak PB HMI.

Jam 21.00 (jam 9 malam/Sabtu 26 September 2026) bang Karmin telah pergi meninggalkan kita. Padahal di jam itu, saya masih bercengkerama dengan para senior HMI di rumah almarhum bang Bachtiar. Salah satu teman seangkatan bang Karmin di PB HMI periode 1978-1981 adalah Prof. Laode Masihu Kamaludin yang tadi memberi testimoni tentang almarhum bang Bachtiar Chamzah. Selain bang Masihu, ada bang Gazali Situmorang dan bang Kaban yang juga memberi testimoni dan doa.

Kematian itu misteri kehidupan yang tak seorang pun mengetahui kapan kematian datang menjemputnya. Ia tidak bisa ditunda atau didahulukan (Qs. Al-A'raf : 34). Ia datang dengan waktunya sendiri (Qs. Al-Jumu'ah : 8).

Ekosistem pergaulan yang berlaku di HMI/KAHMI meskipun ada adagium "senior tak pernah salah"(baca: "pasal 1 dan pasal 2"), kebebasan berpendapat dan menjunjung tinggi kebenaran senantiasa menjadi ruh yang membuat  komunitas ini senantiasa dinamis.

Bang Karmin dan Uni meskipun berbeda generasi dengan kami, mereka selalu menjadi teman bicara, teman cerita sekaligus teman curhat. Tapi yang hebat itu Uni. Walaupun bukan kader HMI-wati/Forhati, tetapi perjalanan panjangnya mendampingi sang suami tercinta di lingkungan keluarga besar HMI/KAHMI, telah menjadikan Uni kader HMI-Wati sekalipun tak punya sertifikat LK HMI dan LKK Kohati. Uni juga bukan anggota KAHMI/Forhati tetapi selalu setia bersama bang Karmin di setiap arena Kongres HMI maupun arena Munas KAHMI/Munas Forhati. 

Saya justru sulit membayangkan Uni dengan ketiadaan bang Karmin. Kita berharap Uni tetap menjadi tempat kami para yunior berbagi cerita walaupun bang Karmin telah tiada. Bang Karmin pasti senang di alam sana, menyaksikan Uni masih bersama keluarga besar HMI/KAHMI/Forhati. 

Mari kita doakan bang Karmin atas dedikasinya pada himpunan, khususnya PB HMI periode 1995-1997/1997-1999. Kios percetakan bang Karmin di Menteng Atas dan Pasar Pramuka Matraman selalu penuh dengan atribut HMI/KAHMI. Saya kira, di usia 60 Tahun KAHMI pada tahun 2026 ini, bang Karmin layak mendapat KAHMI Award. Selamat Jalan Bang Karmin.