PNM Surabaya Resmikan Rumah Pangan Integrated Farming di Pamekasan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
PNM Surabaya resmikan Rumah Pangan Integrated Farming dengan pendekatan zero waste dan siklus pangan berkelanjutan di Dusun Kertek, Desa Pademawu Barat, Kec. Pademawu, Kab. Pamekasan, Kamis (24/09).
PNM Surabaya resmikan Rumah Pangan Integrated Farming dengan pendekatan zero waste dan siklus pangan berkelanjutan di Dusun Kertek, Desa Pademawu Barat, Kec. Pademawu, Kab. Pamekasan, Kamis (24/09).

 

Pamekasan, JatimUPdate.id - 
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Surabaya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meresmikan Rumah Pangan Integrated Farming di Dusun Kertek, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Kamis (24/9).

Program tersebut mengusung konsep pertanian terpadu atau integrated farming dengan pendekatan zero waste dan siklus pangan berkelanjutan.

Rumah Pangan ini mengintegrasikan empat unit budidaya, yakni budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), peternakan ayam bertelur, budidaya ikan lele, serta instalasi hidroponik.

Budidaya maggot berfungsi mengolah sampah organik sekaligus menghasilkan pakan alami tinggi protein.

Sementara peternakan ayam bertelur diarahkan untuk menghasilkan pasokan telur segar, sedangkan budidaya ikan lele menjadi salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat.

Adapun instalasi hidroponik digunakan untuk membudidayakan sayuran hijau dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Keempat unit tersebut dirancang saling terintegrasi dalam satu siklus budidaya pangan.
Limbah organik diolah melalui budidaya maggot untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan.

Sementara nutrisi dari kegiatan budidaya tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman melalui sistem hidroponik.

Wakil Pemimpin Cabang PNM Surabaya Darwis Hari Pondang mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian PNM dalam membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

“Dengan hadirnya empat sektor terpadu—maggot, ayam bertelur, lele, dan hidroponik—Rumah Pangan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi harian warga Dusun Kertek, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran pertanian modern dan penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ujar Darwis.

Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Bagian PKT PNM, Vickry Reza, perwakilan Kepala Desa Pademawu Barat Bagus Purnomo, serta Ketua RW Dusun Kertek M. Zainollah.

Bagus Purnomo menyampaikan apresiasi atas sinergi dan bantuan fasilitas yang diberikan PNM Surabaya melalui program tersebut.

Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat desa melalui fasilitas yang dapat dimanfaatkan warga.
Melalui program TJSL tersebut, PNM berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan mendorong dampak sosial-ekonomi yang positif serta berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Madura dan sekitarnya. (rilis/febri/yh)