Hetifah Sjaifudian: Milad Al-Hidayah Harus Berdampak bagi Umat

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah
Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah

Jakarta, JatimUPdate.id - Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa peringatan Milad ke-47 harus menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perjalanan panjang organisasi perlu diterjemahkan melalui berbagai kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan umat.

Pesan tersebut disampaikan Hetifah dalam rangkaian Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah yang mengangkat tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat, Berkarya untuk Indonesia.”

Hetifah menilai usia 47 tahun tidak semata-mata menjadi catatan perjalanan organisasi. Lebih dari itu, usia tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang yang telah diisi dengan berbagai bentuk pengabdian.

“Perjalanan selama 47 tahun bukan sekadar tentang usia, tetapi merupakan perjalanan panjang yang diisi dengan pengabdian. Karena itu, semangat kebersamaan dan ukhuwah perlu terus diperkuat agar organisasi mampu menjawab tantangan sekaligus memperluas manfaat bagi umat,” ujar Hetifah.

Hetifah Dorong Program Dekat dengan Kebutuhan Umat

Menurut Hetifah, semangat berkhidmat untuk umat harus diwujudkan melalui kegiatan yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Organisasi tidak cukup hanya menjaga keberlanjutan internal, tetapi juga perlu terus memperluas manfaat melalui berbagai program.

Salah satu bentuknya terlihat dalam rangkaian Milad ke-47 melalui Senam Sehat Lansia sekaligus Launching Senam Pengajian Al-Hidayah yang digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026, di Lapangan DPP Partai Golkar, Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat.

Senam Pengajian Al-Hidayah tersebut nantinya menjadi panduan yang dapat digunakan oleh Pengajian Al-Hidayah di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan itu menggabungkan aspek kesehatan dengan silaturahmi dan penguatan ukhuwah antarpeserta.

Bagi Hetifah, perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dapat dilakukan organisasi. Melalui kegiatan sederhana dan dekat dengan keseharian masyarakat, nilai kebersamaan sekaligus kepedulian dapat terus dibangun.

Dari Milad Menuju Pengabdian Berkelanjutan

Rangkaian peringatan Milad ke-47 juga diisi dengan Bazar UMKM dan resepsi puncak Milad yang berlangsung di Aula Lantai 1 DPP Partai Golkar.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Milad bukan hanya sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian organisasi.

Hetifah menekankan bahwa Pengajian Al-Hidayah perlu terus menjaga semangat kebersamaan sekaligus merespons perubahan dan kebutuhan masyarakat yang berkembang.

Pengabdian tersebut dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk sosial, keagamaan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan semangat tersebut, usia 47 tahun diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas kontribusi Pengajian Al-Hidayah. Perjalanan organisasi sejak 5 Oktober 1979 tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi modal untuk terus menghadirkan karya yang bermanfaat.

Melalui tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat, Berkarya untuk Indonesia,” Hetifah menegaskan pentingnya menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan untuk melanjutkan pengabdian dan memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat (red)