Ojo Adigang, Adigung Lan Adiguno
Menteri Perindustrian M. Sarmuji Berkesempatan Menjadi Khotib Khotbah Jumat Di Masjid Petrokimia Gresik, Nurul Jannah.
Gresik, JatimUPdate.id - Warga seputar Kawasan Industri milik PT Petrokimia Gresik khususnya yang pada Jumat (16/10/2026) tengah menjalankan sholat jumat berjamaah di Masjid Petrokimia Gresik, Nurul Jannah merasakan keterkejutan dan berbalut kagum menyusul agenda rutin keagamaan itu dihadiri seorang menteri yang juga bertindak selaku Khotib Khotbah Jumat.
Dengan berbaju putih seusai kunjungan kerja ke kawasan industri JIIPE di Kecamatan Manyar Gresik, Menteri Perindustrian Mohammad Sarmuji menunaikan sholat jumat berjamaah di Masjid milik BUMN Pupuk di Gresik sekaligus bertindak selaku Khotib Khotbah Jumat di Masjid Nurul Jannah itu.
Kawasan Masjid Nurul Jannah pada Jumat (16/10/2026) berubah menjadi super sibuk, petugas keamanan dan pengaturan parkir menata alur kendaraan agak berbeda menyusul kehadiran Menteri Perindustrian yang hadir didampingi rombongan Jakarta dan Direksi serta staf PT Petrokimia Gresik.
Dengan menggunakan baju taqwa putih Mohammad Sarmuji duduk dibarisan depan, yang sama sekali tidak menunjukkan dirinya adalah seorang Menteri Kabinet Merah Putih yang belum lama ini dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026) yang lalu.
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Jember yang kini juga selaku Ketua Umum PP KAUJE itu tampak sangat sederhana dan menjadikan kesederhanaan dan rendah hati menjadi tema sentral Khotbah yang dibawakan oleh mantan aktivis gerakan 1998 tersebut.
"Para pujangga dulu seperti Ki Ronggowarsito serta para Raja dan Sultan Mataram selalu menyampaikan paweling Jawa tentang sikap rendah hati dan kesederhanaan yang tersampaikan dalam istilah Ojo Adi Gang, Adigung lan Adi Guno, bahwa sikap rendah hati dan kesederhanaan mesti jadi prinsip hidup para pemimpin dan warga umat muslim," kata Sarmuji dalam penggalan Khotbahnya itu.
Dengan menggunakan bahasa yang santun Sarmuji mengisi Khotbah Jumat itu dengan sangat baik hingga hadirin meresapi materi dakwah yang disampaikan tersebut dan tak terasa Khotbah yang disampaikan dengan durasi lumayan itu diujung akhir.
Pasca menunaikan sholat jumat Sarmuji masih menyempatkan bertemu dengan sejumlah pihak sambil mencicipi hidangan makan siang sebelum meluncur ke Bandara Juanda mengingat malam harinya ada rapat kabinet yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
Sarmuji : Petrokimia Gresik Cetak Sejarah Industri Hijau
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Muhammad Sarmuji, menyebut PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), berpotensi mencetak sejarah sebagai pionir penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau perkembangan proyek percontohan (pilot project) teknologi CCU di Gresik, Jumat (16/10/2026).
Proyek kolaborasi antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, dan UWin Resources Regeneration Inc. ini menjadi bagian dari upaya pengembangan teknologi pengurangan emisi sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi melalui pemanfaatan karbon hasil proses industri.
Menteri Perindustrian menyampaikan bahwa proyek percontohan CCU di Petrokimia Gresik merupakan langkah penting dalam pengembangan industri hijau nasional. Menurutnya, pengembangan teknologi ini diharapkan dapat membuka peluang penerapan yang lebih luas pada sektor industri lainnya.
“Ini akan menjadi sejarah bagi Petrokimia Gresik sebagai industri yang menjadi pionir bagi penerapan Carbon Capture and Utilization. Ini akan kita sebarluaskan karena proyek percontohan ini menghasilkan manfaat yang besar,” ujar Sarmuji.
Teknologi CCU memungkinkan karbon dioksida (CO₂) dari proses industri ditangkap dan dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya soda ash atau natrium karbonat. Berdasarkan hasil evaluasi proyek percontohan, teknologi tersebut mencatat efisiensi penangkapan CO₂ sebesar 91,48 hingga 97,79 persen.
Editor : Yuris. T. Hidayat