Anjungan Jatim Di Taman Mini Indonesia Indah Menjadi Pusat Promosi Potensi daerah Dan Produk UMKM

oleh : -
Anjungan Jatim Di Taman Mini Indonesia Indah Menjadi Pusat Promosi Potensi daerah Dan Produk UMKM
Kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Anjungan Jawa Timur

JatimUPdate.id,- Anjungan Jatim Di Taman Mini Indonesia Indah Menjadi Pusat Promosi Potensi daerah Dan Produk UMKM. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) resmi diuji coba buka kembali usai direnovasi.  Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jatim Zaenal Fanani saat menerima kunjungan kerja dari komisi E DPRD Jatim di Taman mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta memaparkan bahwa keberadaan anjungan Jatim di TMII tidak hanya sebagai tempat promosi pementasan budaya tapi lebih dari itu.

Baca Juga : Sambut KTT G-20, Gubernur Khofifah Siap Percantik Anjungan Jatim di TMII

“Kalau nggak salah bulan Juni 2022 ada surat dari manajemen TMII menunjuk Jawa Timur tidak hanya sebagai tempat promosi budaya tapi juga pusat data semacam Daya Guna Tekhnologi Informatika  (DGTI) untuk pengembangan dan promosi potensi daerah dan produk-produk UMKM,” ujarnya Rabu (11/1/2023).

 Menurut Zaenal, anjungan Jatim di TMIII tidak hanya mempromosikan budaya saja. Kota/Kabupaten di Jatim juga diminta untuk menyediakan slide dan  promosi potensi daerah dan pameran produk UMKM yang ada untuk ditampilkan disini sehingga menarik investor maupun membuka pasar baru produk UMKM.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jatim Zaenal Fanani saat menerima kunjungan kerja dari komisi E DPRD Jatim di Taman mini Indonesia Indah (TMII) JakartaKepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jatim Zaenal Fanani saat menerima kunjungan kerja dari komisi E DPRD Jatim di Taman mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta

 

Komisi E DPRD Jatim Berharap Tambahan Anggaran Untuk Maksimalisasi Anjungan Jatim Di TMII

Menanggapi hal ini Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menyatakan mendukung kabar yang sangat menggembirakan bagi Jatim karena keberadaan anjungan Jatim di TMII tidak hanya sebagai tempat promosi budaya, tetapi juga dikembangkan mirip kantor  perwakilan dagang Jatim.

“Ini harus didorong dan ditopang dengan semaksimal mungkin. Ini menunjukkan seni budaya juga bisa sebagai sarana pergerakan ekonomi,” terang politikus PKB.

Lebih jauh Hikmah Bafaqih juga ingin memastikan dukungan dari Kabupaten/Kota di Jatim untuk pro aktif mempromosikan potensi yang dimiliki daerah maupun produk-produk unggulan UMKM daerah tersebut.

 

“Kita tahu pengunjung wisatawan yang datang ke TMII tidak menutup kemungkinan merupakan investor sehingga bisa melihat potensi yang ada di berbagai daerah di Provinsi Jatim,” harap Hikmah Bafaqih.

Anggota Komisi E lainnya Kodrat Sunyoto mengatakan pengembangan fungsi anjungan Jatim di TMII ini bisa menjadi potensi baru untuk meningkatkan promosi bagi perekonomian Jatim.

“Tapi kita tidak boleh meninggalkan fungsi awal yakni promosi budaya. Perhatian terhadap pegiat seni yang ada disini meski bukan orang Jatim tapi pegiat seni Jatim tetap harus diperhatikan,” harap politikus Partai Golkar Jatim ini.

Di sisi lain, lanjut Kodrat menyatakan pengembangan anjungan Jatim di TMII yang bukan hanya promosi budaya tapi juga promosi potensi ekonomi dan produk UMKM Jatim juga perlu ditopang anggaran yang memadai.

Hal yang sama juga diutarakan Hadi Dediansyah anggota Komisi E yang meminta agar Pemprov Jatim menambah anggaran untuk Badan Penghubung Daerah Provinsi Jatim di anjungan TMII pada Perubahan APBD Jatim 2023 mendatang.

“Anjungan ini sangat potensi untuk siar, tidak hanya  sebagai promosi budaya tapi juga promosi potensi daerah dan produk UMKM untuk menarik investasi dan pasar. Kepercayaan manajemen TMII menjadikan anjungan Jatim sebagai pilot project harus didukung penuh,” harap politikus Partai Gerindra.

Kuantitas dan kualitas anjungan Jatim, kata Cak Dedi sapaan akrabnya harus terus ditingkatkan. Peningkatan anggaran harus benar-benar dilakukan. Tidak malah turun seperti saat ini dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk itu saya minta Gubernur Jatim benar-benar memperhatikan ini dan menjadikan keberadaan anjungan Jatim  menjadi tempat promosi tidak hanya potensi budaya tapi juga potensi daerah dan produk UMKM untuk investor dan buyer,” jelasnya.

“Saya akan meminta agar anggaran  bagi anjungan Jatim di TMII ini benar benar diperhatikan dan tidak ada pengurangan. Kita minta pula ada tambahan di Perubahan APBD 2022 nanti. Ini potensi lho, keberadaannya,” imbuhnya. (Yah)