Logos Bangun Fasilitas Pendidikan Standar Internasional di Surabaya Barat

Reporter : -
Logos Bangun Fasilitas Pendidikan Standar Internasional di Surabaya Barat
Sekolah Standard Internasional Logos

Surabaya,JatimUPdate.id - Yayasan Logos Reformed Injili siap mendirikan sekolah berstandart Internasional di Jalan Taman Puspa Raya, Kawasan Citraland Blok B, Sambikerep, Surabaya.

Sekolah tersebut rencananya akan memasuki daftar selanjutnya, sekolah yang memberikan fasilitas terbaik bagi siswanya, serta menjanjikan sederet pengajar dengan kapasitas yang unggul.

Baca Juga: Fun Pawrade Dogs Walk 2023, Konteskan 205 Ekor Anjing dari 28 Ras

Sekolah Logos akan berdiri di tanah seluas 6.851 meter persegi, plus lahan tambahan untuk parkir 1.459 meter persegi, dengan bangunan menapak tanah 2.212 meter persegi (27% dari total luas tanah).

Perwakilan Yayasan Logos Reformed Injili Joseph Muntu mengatakan, pihaknya membuka jenjang sekolah dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Kita rekomendasi sudah lengkap," kata Joseph, Kamis (25/4/2024).

Menurut Joseph, izin operasional telah selesai dengan Dinas Pendidikan Surabaya, yang berlatarbelakang Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) bernomor: 420/4467/436.7.5/2020 dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya.

Karena lokasinya yang strategis, sekolah berinisiatif menyiapkan sarana pendukung untuk menciptakan kondusifitas lalu lintas serta memberikan kenyamanan bagi orang tua saat mengantar buah hati ke sekolah.

"Untuk akses keluar masuk, Logos menyediakan lahan selebar 8 meter di sepanjang kawasan sekolah, sebagai jalur transisi untuk mobil atau kendaraan lainnya yang ingin masuk ke kawasan Logos di sisi masuk jalan kembar. Sehingga tak mengganggu bahu jalan raya," sambung Joseph.

Dari total lahan yang mereka miliki tersebut, Logos hanya mengokupansi kurang dari 30 persen, dari total luas tanah. Sehingga, ada sekitar 70 persen tanah atau halaman yang bisa digunakan untuk drop off, ataupun parkir dan ruang terbuka hijau.

Logos menaruh pintu masuk dan jeluar di jalan kembar. Belum lagi jalur drop off yang mempu menampung sekitar 60 mobil yang secara khusus disiapkan untuk para orang tua atau taksi online melakukan antar-jemput disana. 

Menariknya, Logos juga memikirkan untuk merekayasa jam masuk dan pulang siswanya dalam setiap kelas, hingga jenjang tingkat. Yakni 2 jam berbeda saat masuk sekolah, dan 7 jam berbeda saat pulang sekolah.

Baca Juga: Masih Anak-anak, Begal Citraland Di Tangkap Polisi

Sistem masuk dan pulang ini akan berbeda dengan siswa-siswa di jenjang lainnya. Durasi jarak diprediski akan berjenjang setiap 30 menit.

"Tujuannya untuk menghindari kepadatan pengendara saat drop off atau penjemputan para orang tua," imbuh perwakilan Yayasan lainnya Rudy Santoso.

Sistem tersebut diciptakan untuk meningkatkan kenyamanan siswa saat masuk dan pulang agar tak sampai berdesakan. Ditambah, kenyamanan bagi orang tua saat drop off antar-jemput di sekolah.

Siapkan Parkir Luas

Inisiatif pengadaan parkir, drop off, dan area transisi tersebut mendapat pujian dari Pemkot Surabaya sehingga terbit surat Persetujuan Analisa Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dari Pemkot Surabaya bernomor: 550.1/59/L/ANDALALIN/436.7.15/2022.

Baca Juga: Komisi B: Ada Atauran yang Tak Bisa Dilanggar, Semua Pihak Harus Kolaborasi

"Tim Penilaian Analisa Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) Kota Surabaya menyetujui hasil analisis dampak lalu lintas sarana pelayanan umum pendidikan dan kantor yang berlokasi di Jalan Taman Puspa Raya Blok B, no 2 Sambikerep," tulis surat tersebut yang terbit pada 2 Juni 2022 lalu.

Rudy juga menyebut, alasan Logos menyediakan parkir luas di kawasan sekolah ini sebagai bentuk kepedulian untuk mengantisipasi potensi kemacetan yang biasanya terjadi di sekitar sekolah.

Area parkir terdiri dari 70 roda empat, 26 roda dua, dan total 60 lebih drop off dengan total 156 space kendaraan. Para orang tua akan disarankan untuk parkir di dalam kawasan sekolah sehingga tak merugikan bahu jalan.

Belum lagi jalur transisi selebar 8 meter di sekeliling sekolah untuk memberi fasilitas drop off kendaraan. 

"Mulai tahun 2018, kami sudah beberapa kali silaturahmi, rapat, ramah tamah dengan RT RW beserta jajaran," tandas Rudy.

Editor : Redaksi