Praktik Parkir Liar di KBS, DPRD Surabaya Desak Pemkot Bertindak Tegas
Surabaya, JatimUPdate.id - Maraknya praktik parkir liar di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali menjadi sorotan. Keberadaan juru parkir tidak resmi yang mematok tarif di atas ketentuan resmi memicu keresahan masyarakat, khususnya pengunjung.
Shinta, warga Sidoarjo yang mengunjungi KBS saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), mengaku kecewa dengan kondisi ini. "Padahal ada petugas Dishub di sana yang membantu mengatur parkir. Tapi anehnya, teman saya hanya diminta Rp 3 ribu dengan karcis resmi, sedangkan saya diminta Rp 10 ribu," keluhnya saat ditemui wartawan, Jumat (3/1).
Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Menanggapi hal ini, Cahyo Siswo Utomo, anggota DPRD Kota Surabaya, mengecam praktik pungutan liar tersebut. Menurutnya, tindakan ini tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga mencoreng citra Kota Surabaya sebagai kota yang tertib dan ramah wisatawan.
"Tarif parkir liar yang melebihi ketentuan perlu ditindak tegas. Kami mendesak Dishub dan Satpol PP untuk meningkatkan pengawasan serta melakukan penertiban di lokasi-lokasi rawan parkir liar," ujar politisi PKS itu, Minggu (5/1).
Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Cahyo juga menekankan pentingnya sosialisasi tarif parkir resmi kepada masyarakat agar mereka tidak menjadi korban pungutan liar. Selain itu, ia mendorong optimalisasi Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan parkir liar di sekitar KBS.
"TIJ harus dimaksimalkan fungsinya. Namun, jika kapasitasnya terbatas, Pemkot harus segera menyusun rencana strategis untuk mengatasi persoalan ini, termasuk memperluas implementasi e-parking di kawasan strategis," imbuhnya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Legislator Surabaya ini berharap kolaborasi antarlembaga, mulai dari Pemkot, Dishub, hingga aparat keamanan, dapat diwujudkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke KBS.
"DPRD Surabaya mendukung penuh langkah-langkah perbaikan, termasuk pengembangan sistem parkir berbasis elektronik sebagai bagian dari solusi sistemik untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib," demikian Cahyo Siswo Utomo. (Roy).
Editor : Yuris. T. Hidayat