Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi'i menyayangkan manajemen Rumah Sakit Surabaya Timur Eka Candrari yang meminta target pendapatan awal sebesar Rp105 miliar turun menjadi Rp 46 Miliar.
Namun, sesal Legislator Partai NasDem tersebut manajemen RS Candrarini malah meminta anggaran belanja dinaikkan sebesar Rp69 Miliar.
Baca juga: KTR di DPRD Surabaya Berlaku: Komisi D Malah Heran Tanpa Smoking Area, Mereka Punya Hak!
"Kami telah audensi audiensi dengan manajemen Rumah Sakit Eka Candrari dan mendapatkan informasi terkait target pendapatan dan anggaran. Target pendapatan awal sebesar 105 miliar diturunkan menjadi 46 miliar, sementara anggaran belanja meningkat dari 5,1 miliar menjadi 69 miliar, sehingga total anggaran menjadi lebih dari 100 miliar." tutur Imam, Minggu (2/2).
Imam menganggap hal terjadi ketimpangan, sebab terjadi ketidakselarasan antara target pendapatan dan peningkatan anggaran belanja.
Baca juga: Pemkot Blokir Adminduk Mantan Suami Abai Nafkah, Komisi A: Langkah Tegas Beri Efek Jera
"Ini terjadi ketidakcocokan antara penurunan target pendapatan dan peningkatan anggaran belanja, penambahan anggaran seharusnya diimbangi dengan peningkatan target pendapatan." ujar Imam.
Maka dari itu, Imam menekankan, Direktur Rumah Sakit RS Surabaya Timur tidak rangkap jabatan fokus dalam pengelolaan satu rumah sakit agar tidak pecah belah dengan jabatan lain.
Baca juga: KTR di DPRD Surabaya, Dewan: Harus Bijak Sediakan Smoking Area
"Ini pentingnya satu orang memimpin satu rumah sakit untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat." demikian Imam Syafi'i. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat