Pembangunan RS Baru Butuh Kajian, Banggar: Marak Anak Putus Sekolah dan Gamis Tersisihkan 

Reporter : Ibrahim
Imam Syafi'i, dok JatimUpdate.id/Roy

Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Banggar DPRD Surabaya, Imam Syafi'i akan mempertimbangkan untuk  memberikan persetujuan rencana pembangunan rumah sakit (RS) baru. 

Menurut legislator Partai NasDem ini, pembangunan rumah sakit baru harus dikaji menyesuaikan dengan kebutuhan pasien di wilayah setempat.

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Ini akan kami jadikan pertimbangan apakah saya pribadi sebagai anggota banggar setuju dibangun rumah sakit rumah sakit lainnya setelah RS Surabaya Timur. Karena tentu kalau nanti misalnya pasiennya ternyata tidak banyak, trennya tetap, kenapa kita mesti membuat rumah sakit baru," kata Imam, Senin (3/2).

Imam menekankan, pembangunan rumah sakit baru sedianya melalui tahap kajian yang mendalam. 

Dari kajian tersebut, lanjut Imam bisa diambil kesimpulan atas kelayakan pembangunan rumah sakit baru.

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

"Tapi kalau kemudian ada kajian yang di wilayah itu, karena rumah sakitnya kurang, dan pasiennya begitu ada rumah sakit baru akan banyak, itu jadi prioritas pertimbangan kita," tegas Imam. 

Memang, eks pengurus PMII Jawa Timur ini mengakui pembangunan rumah sakit itu sangat penting. Namun ia mengingatkan masih marak anak di kota Pahlawan lulusan SMP tidak bisa melanjutkan sekolah. 

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Selain itu, beber Imam masih banyak pula warga tidak mampu tersisihkan dalam daftar keluarga miskin atau gamis.

"Sayang bila APBD kita digunakan tidak urgen, meski rumah sakit itu penting, tapi saya yakin masih banyak anak Surabaya terutama lulusan SMP tidak bisa melanjutkan sekolah. masih banyak warga miskin tidak masuk dalam daftar gamis. Ini yang semestinya jadi pertanyaan," demikian Imam Syafi'i. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru