Menkes Dorong Cek Kesehatan Gratis, Muslimat NU Siap Berperan Aktif

Reporter : Redaksi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa dalam Sidang Pleno XIII Muslimat NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (14/2/2025)

Surabaya, JatimUPdate.id, - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya deteksi dini dalam mencegah penyakit kronis yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, yakni stroke, jantung, dan kanker. Hal itu disampaikannya dalam Sidang Pleno XIII Muslimat NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (14/2/2025), yang turut dihadiri Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

"Rata-rata usia hidup di Indonesia mencapai 74 tahun. Jika lebih dari itu, artinya kita mendapatkan bonus dari Tuhan. Namun, jika kita menjaga kesehatan, kita bisa hidup hingga 80 tahun," ujar Budi. Ia pun mengajak masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Asrorun Ni’am Soleh Pimpin MA IPNU Era Baru, Komitmen Jadi Kekuatan Moral Bangsa

Program ini memungkinkan setiap warga negara mendapatkan layanan kesehatan gratis di Puskesmas saat ulang tahun mereka. Pemeriksaan mencakup deteksi dini berbagai penyakit seperti kanker payudara, kanker serviks, kadar gula darah, dan kolesterol. Selain itu, vaksinasi HPV gratis diberikan bagi anak usia 11-12 tahun guna mencegah kanker serviks.

Mulai tahun ini, pemerintah menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia yang berjumlah 287 juta jiwa. "Untuk anak usia sekolah, pemeriksaan dilakukan di sekolah, sedangkan bagi masyarakat umum, layanan tersedia di Puskesmas," jelasnya.

Baca juga: KH Abdullah Hamsyi Lepas Ribuan Santri dalam Kirab Resolusi Jihad di Simokerto

Dalam kesempatan tersebut, Budi mengapresiasi peran Muslimat NU dalam mendukung kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui Program Mustika Segar (Muslimat NU Cantik, Sehat, dan Bugar) yang diluncurkan dalam Kongres XVIII Muslimat NU. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran hidup sehat dan memperpanjang usia harapan hidup masyarakat.

Budi juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo secara khusus mengundang Khofifah ke Hambalang untuk mendukung suksesnya program kesehatan nasional ini. "Presiden berpesan, 'Cita-cita saya, ibu mesti bantu'," ujarnya menirukan ucapan Presiden Prabowo.

Baca juga: Taruna Ikrar Tegaskan BPOM Dukung Sinergi Pertahanan dan Kesehatan di RSPPN Soedirman

Lebih lanjut, Budi mendorong Muslimat NU untuk menginisiasi Mustika Dokter Keluarga. "Saya ingin ibu-ibu Muslimat NU bukan hanya menjaga kesehatan sendiri, tapi juga menjadi 'dokter' bagi keluarganya," katanya.

Menanggapi hal itu, Khofifah menegaskan kesiapan Muslimat NU dalam mendukung program kesehatan nasional. "Kami telah mengelola 111 rumah sakit dan klinik utama yang telah berdiri sejak Kongres Muslimat NU tahun 1953. Program kesehatan ini sejalan dengan visi Muslimat NU dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. (red)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru