Badko HMI Jatim Gelar Advance Training Tingkat Nasional

Reporter : M Aris Effendi
Yusfan Firdaus, ketua umum Badko HMI Jatim sedang memberikan sambutan.

 

Surabaya, JatimUPdate.id, - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur menggelar Advance Training (LK III) tingkat nasional tahun 2025 di gedung BPSDM Surabaya yang dimulai pada Jum'at (14/02/2025).

Kegiatan ini digelar dalam rangka untuk menuntaskan tugas dan tanggung jawab pengurus HMI tingkat provinsi.

Turut hadir dalam pembukaan acara, sejumlah pejabat tinggi tingkat nasional dan provinsi. Diantaranya Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), dr Mohammad Taufik, Kasubditsosbud Intelkam Polda Jatim, AKBP Haryono, Asisten III Sekda Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto Mewakili PJ Gubernur Jatim, Kepala Kesbangpol Edy Supriyanto. Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto, Presidium KAHMI Jatim.

Dalam sambutannya, Yusfan Firdaus, ketua umum Badko HMI Jatim menyebut, HMI sepanjang sejarah menjadi bagian pengisi kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, hal tersebut sudah tertanam sejak HMI lahir. Mulai dari fase perjuangan, pembangunan hingga saat ini.

"Kader HMI harus peka terhadap perkembangan zaman," kata Yusfan dalam sambutannya.

Menurutnya, jika hal itu tidak tercapai, maka akan sulit adaptasinya untuk meraih Indonesia emas 2045.

"Kalau kader HMI tidak peka terhadap perkembangan zaman, maka akan sulit untuk mencapai Indonesia emas 2045," terangnya.

Lebih lanjut, pada momentum itu alumni Universitas Nurul Jadid Probolinggo tersebut juga meminta pemerintah pusat untuk mempertimbangkan kembali pemotongan anggaran yang dilakukan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Terutama dalam hal pendidikan, lanjut dia.

Menurutnya, jika hal itu tidak dipertimbangkan dengan baik, dikhawatirkan akan menjadi penyebab lambatnya kualitas pendidikan di Indonesia.

Terutama beasiswa bagi mahasiswa yang tergolong tidak mampu.

"Saya meminta pemerintah pusat mempertimbangkan kembali pemotongan anggaran itu. Terutama alokasi anggaran untu pendidikan. Sebab, kita semua, para aktivis juga berangkat dari keluarga tidak mampu," lanjutnya.

Oleh karena itu, lanjut Yusfan, kader HMI sebagai mitra kritis dari pemerintah harus turut serta menyuarakan pemotongan anggaran tersebut.

Sebab menurutnya, dampak dari pemotongan akan didasarkan di berbagai sektor, terutama pendidikan.

"Kita sebagai mitra kritis, meminta agar pemerintah pusat mempertimbangkan kembali pemotongan tersebut," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Advance Training Badko HMI Jatim tahun 2025 digelar selama 6 hari kedepan. Yakni dimulai hari Jum'at, 14 Februari sampai penutupan tanggal 20 Februari 2025. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru