Surabaya,JatimUPdate.id – Komisi D DPRD Surabaya melakukan sidak ke sejumlah puskesmas 24 jam di Kota Surabaya pada Selasa (25/2) malam. Beberapa puskesmas yang dikunjungi, antara lain Puskesmas Sidotopo Wetan, Puskesmas Peneleh, dan Puskesmas Ketabang.
Anggota Komisi D, Johari Mustawan, mencatat sejumlah temuan penting terkait layanan puskesmas di malam hari.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Di Puskesmas Sidotopo Wetan, perlu penjaga malam di pintu masuk agar fasilitas kesehatan selalu tampak siap melayani 24 jam, serta kesiapan petugas, ketersediaan alat medis, dan tabung oksigen juga menjadi perhatian." kata Johari, Jum'at (28/2).
Johari menyebut, di Puskesmas Peneleh, akses IGD yang tidak langsung dari luar dinilai menyulitkan pasien.
Pun ruang tindakan yang masih menyatu dengan administrasi klinik serta status bangunan di lahan cagar budaya juga menjadi kendala dalam peningkatan layanan.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
"Ini perlu akses yang lebih mudah bagi warga, termasuk penambahan lahan parkir." ujarnya.
Sementara di Puskesmas Ketabang, ia menyoroti kesigapan tenaga medis yang masih kurang dalam menangani pasien malam hari. Kehadiran dokter jaga yang berada di rumah sakit dan tidak on call juga menjadi catatan.
"Selain itu, akses pintu IGD yang terkunci serta penerangan di area pelayanan dinilai perlu diperbaiki agar layanan 24 jam benar-benar optimal." tegasnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Maka dari itu, Johari menekankan analisis kecukupan SDM sangat diperlukan, terutama untuk shift malam.
“Kesiapan petugas, ketersediaan alat medis darurat, obat-obatan emergency, serta kemudahan akses masuk bagi warga harus dipastikan. Selain itu, jumlah dokter jaga malam juga harus cukup agar pelayanan terhadap kasus IGD lebih cepat dan tepat,” demikian Johari Mustawan. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman