Malang, JatimUPdate id : Kota Malang, yang dikenal dengan udara sejuk dan suasana khasnya, kembali mencatatkan prestasi membanggakan.
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Penghargaan Qori Terbaik MTQ Nasional
Dalam laporan terbaru Resonance Consultancy, Malang berhasil masuk dalam daftar 100 Kota Terbaik di Asia-Pasifik tahun 2025, menduduki peringkat ke-90.
Penilaian dilakukan berdasarkan 25 indikator, termasuk kualitas hidup, daya tarik wisata, keberlanjutan, dan potensi ekonomi.
Resonance Consultancy adalah lembaga global yang rutin menilai kota-kota di seluruh dunia melalui berbagai kategori dan indikator.
Dalam laporan ini, kota-kota di Asia-Pasifik dinilai menggunakan metode Skor Place Power™, sebuah pendekatan yang menggabungkan data ekonomi, kualitas hidup, serta survei persepsi dari lebih dari 7.000 responden di sembilan negara.
Menurut CEO Resonance Consultancy, Chris Fair, laporan ini mencerminkan dinamika ekonomi, budaya, dan inovasi perkotaan yang tengah berkembang pesat di kawasan Asia-Pasifik.
Dalam daftar tersebut, Malang berada di peringkat ke-90, di bawah beberapa kota besar Indonesia lainnya seperti:
Jakarta (peringkat 23)
Denpasar (peringkat 48)
Bandung (peringkat 52)
Surabaya (peringkat 68)
Medan (peringkat 87)
Meskipun demikian, pencapaian Malang dinilai signifikan mengingat kota ini bersaing dengan kota-kota besar yang memiliki infrastruktur lebih maju dan potensi ekonomi lebih besar.
Resonance Consultancy menyoroti beberapa keunggulan utama Malang yang membuat kota ini layak masuk dalam daftar bergengsi tersebut.
Malang berada di kawasan strategis, diapit oleh Gunung Bromo dan Gunung Semeru, yang menjadikannya destinasi wisata alam unggulan.
Baca juga: Disorot Prabowo, Pemkot Malang Siap Tertibkan Baliho Demi Estetika Kota
Selain itu, kota ini kaya akan sejarah dan budaya, mulai dari peninggalan kolonial hingga kampung-kampung tematik yang kreatif.
Selain itu, Kota Malang memiliki Daya Tarik Wisata Unik, misalnya, Kampung Warna-Warni Jodipan, sebuah kawasan yang disulap dari perkampungan kumuh menjadi destinasi wisata Instagramable, menduduki peringkat #23 dalam kategori Tagar Instagram, dan Ijen Boulevard, yang merupakan Kawasan klasik dengan rumah bergaya kolonial yang memberikan nuansa sejarah dan estetika.
Malang menempati peringkat ke-11 dalam kategori Alam & Taman berkat udara pegunungan yang sejuk dan asri, memberikan pengalaman hidup yang nyaman bagi penduduk maupun wisatawan.
Dengan keberadaan perguruan tinggi ternama seperti Universitas Brawijaya, Malang menjadi magnet bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi di kota ini.
Selain itu, Malang dikenal sebagai salah satu produsen kopi robusta terbaik di Indonesia, yang semakin diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Selain kota-kota Indonesia, laporan ini juga menampilkan 10 kota terbaik di Asia-Pasifik, sebagai berikut:
Baca juga: Belajar Ulang Menjadi Ilmuwan: Catatan Seorang Doktor dari Sebuah Percakapan Menjelang Dies Natalis
Singapura – Kota global dengan infrastruktur kelas dunia.
Tokyo, Jepang – Simbol perpaduan budaya, teknologi, dan modernitas.
Seoul, Korea Selatan – Pusat teknologi dan industri kreatif.
Hong Kong – Pusat keuangan global yang tetap relevan.
Beijing, Tiongkok – Kota inovasi dan ekonomi di Asia.
Bangkok, Thailand – Kota dengan pertumbuhan infrastruktur pesat.
Sydney, Australia – Destinasi favorit pekerja profesional dan investor.
Shanghai, Tiongkok – Salah satu pusat perdagangan dunia.
Melbourne, Australia – Kota dengan tingkat kelayakan hidup tinggi.
Kuala Lumpur, Malaysia – Pusat keuangan yang terus berkembang.
CEO Resonance Consultancy, Chris Fair, menyatakan bahwa kota-kota di kawasan Asia-Pasifik sedang memainkan peran penting dalam membentuk masa depan kehidupan perkotaan dunia.
Menurut Hugh Lim, Direktur Eksekutif Centre for Liveable Cities (CLC), laporan ini menjadi referensi penting bagi kota-kota di Asia untuk berbagi pengalaman dan strategi pembangunan wilayah.
“Laporan ini menangkap esensi dinamis dari kota-kota di Asia-Pasifik dan dapat menjadi pedoman bagi daerah lain untuk meningkatkan daya tarik mereka,” ujar Hugh Lim.
Pendekatan berbasis data dan persepsi yang digunakan dalam laporan ini memberikan wawasan menyeluruh tentang faktor-faktor yang menjadikan sebuah kota menarik bagi penduduk, wisatawan, dan investor. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat