Wali Kota Baru Malang, Tancap Gas Fokus Benahi Inflasi

Reporter : Deki Umamun Rois
Suasana serah terima jabatan Walikota Malang dan Wakil Walikota Malang.

 

Surabaya, JatimUPdate.id : Wali Kota Malang terpilih, Wahyu Hidayat, dan Wakil Wali Kota Ali Muthohirin resmi dilantik untuk masa jabatan 2025-2030 dalam serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Baca juga: Presiden Prabowo Beri Penghargaan Qori Terbaik MTQ Nasional

Acara sertijab berlangsung di Gedung DPRD Kota Malang. Minggu (2/3/2025).

Sehari setelah pelantikan, Wahyu Hidayat langsung bergerak cepat dengan sejumlah agenda prioritas, termasuk mengatasi inflasi yang meningkat menjelang Ramadan dan menyelesaikan janji politiknya.

Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin resmi menggantikan pejabat sebelumnya untuk memimpin Kota Malang hingga tahun 2030.

Dalam pidato usai sertijab, Wahyu menegaskan komitmennya untuk segera bekerja menyelesaikan sejumlah persoalan mendesak, termasuk isu inflasi.

"Kami akan langsung gas pol," ujar Wahyu di Gedung DPRD Kota Malang, Minggu (2/3/2025).

Langkah awal pemerintahan baru ini mencakup pertemuan dengan seluruh ASN Pemkot Malang pada Senin (3/3/2025) untuk menyelaraskan program kerja dan mempercepat implementasi janji politik.

Pada Selasa (4/3/2025), Wahyu akan melanjutkan agenda sidak ke sejumlah lokasi, seperti pasar tradisional, penyalur bahan kebutuhan pokok, dan Depo Pertamina di Jalan Halmahera, Kota Malang.

Baca juga: Disorot Prabowo, Pemkot Malang Siap Tertibkan Baliho Demi Estetika Kota

Fokus utama adalah mengidentifikasi kendala pasokan barang yang menyebabkan kenaikan harga.

Inflasi menjelang Ramadan menjadi isu mendesak bagi pemerintahan baru Kota Malang. Berdasarkan hasil inspeksi Wakil Wali Kota Ali Muthohirin beberapa waktu lalu, ditemukan sejumlah masalah, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok dan kurangnya pasokan barang di pasar.

"Kami akan telusuri kendala pasokan dan mencari tahu penyebabnya, mulai dari pasar, penyalur, hingga depo Pertamina," ujar Wahyu.

Langkah ini menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Baca juga: Belajar Ulang Menjadi Ilmuwan: Catatan Seorang Doktor dari Sebuah Percakapan Menjelang Dies Natalis

Selain fokus pada inflasi, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa program prioritas lainnya, seperti pembangunan infrastruktur, juga akan segera dimulai. Salah satu proyek utama adalah pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) yang bertujuan mengurangi titik banjir dan genangan air di kawasan tersebut.

Proyek drainase ini akan dikerjakan setelah Hari Raya dengan anggaran sebesar Rp32 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ditambah dana pendamping dari APBD Kota Malang.

"Ini memang jadi prioritas kami untuk mengurangi titik banjir di sana," tegas Wahyu.

Koordinasi intensif dengan perangkat daerah juga menjadi fokus utama. Wahyu memastikan bahwa janji-janji politiknya akan dieksekusi secepat mungkin, dengan tetap menyesuaikan program kerja perangkat daerah. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru