Gus Fawait Imbau Musda Tidar Jatim Sebagai Panggilan Bagi Anak Muda Berpolitik

Reporter : Miftahul Rachman
Bupati Jember Muhammad Fawait, akrab disapa Gus Fawait, sekaligus Ketua Pengurus Daerah (PD) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Jawa Timur bersama anggota Tidar Jatim

 

Jember, JatimUPdate.id - Musda Tidar (Tunas Indonesia Raya) Provinsi Jawa Timur, bukan sekedar Musda, melainkan ajang anak muda, untuk tampil dalam kancah dunia politik.

Baca juga: Memutus Rantai Kemiskinan, Bupati Jember Geber Program Beasiswa

Bupati Jember Muhammad Fawait, akrab disapa Gus Fawait, sekaligus Ketua Pengurus Daerah (PD) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Jawa Timur, menekan agar Musda dijadikan sebagai ajang anak muda, untuk berperan aktif dalam dunia politik.

Gus Fawait menyampaikan pernyataan itu, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Tidar Jawa Timur di Hotel Luminor, Jember, Jumat (21/3/2025).

Musda itu direncanakan bakal berlangsung hingga 23 Maret 2025, yang dihadiri seluruh kader PD Tidar Jatim, serta perwakilan PC Tidar se-Jatim.

"Kalau anak muda apatis, siapa yang akan mengisi ruang politik kita? Bisa-bisa diisi oleh orang yang tidak kompeten. Itu bahaya," katanya.

Politik, kata Gus Fawait bukan sekadar kursi dan jabatan, melainkan sebagai wadah perjuangan, yang harus dimulai sejak muda.

Baca juga: 8.344 Non ASN Terima SK PPPK Paruh Waktu, Pesan Widarto: Jadilah Pelayan Masyarakat, Jangan Jadi Priyayi

Ia mengingatkan bahwa Tidar bukan sekadar organisasi sayap partai, tapi kawah candradimuka bagi calon pemimpin bangsa.

"Kita tidak bisa hanya jadi penonton. Kita harus ikut main di lapangan," tegasnya.

Kader Partai Gerindra itu, juga menyebut bahwa Rahayu Saraswati, Ketua Umum Tidar yang sekaligus keponakan Presiden Prabowo, akan hadir dalam Musda ini.

Baca juga: Pemkab Jember Lindungi 82 Ribu Pekerja Rentan, Salurkan Bantuan Pertanian Rp73,5 Miliar

Mengacu pada tema “Bertidaria dengan Ceria”, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang memperkuat kekompakan dan kebersamaan kader Tidar Jatim periode 2025–2030.

Harapan Gus Fawait, menjadikan Musda bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai panggilan, bagi anak muda yang masih ragu terjun dalam dunia politik.

"Jangan takut berpolitik. Sebab, kalau bukan kita, siapa lagi?," tutupnya. (MR/Ribut/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru