Gerakan 1200 Nakes, Bupati Jember Atasi Stunting dan Kematian Ibu-Bayi
Jember, Jatim update.id - Pemerintah Kabupaten Jember membentuk Satuan Tugas (Satgas) terpadu dalam satu komando untuk segera menangani status darurat stunting serta Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tinggi.
Bupati Jember, Muhammad Fawaid, menyebut kondisi ini sebagai sebuah krisis yang mengancam masa depan generasi penerus daerah.
“Angka stunting di Jember selalu tinggi, begitu pula angka kematian ibu dan bayi. Saya anggap ini sebagai sebuah bencana atau krisis yang memerlukan respons luar biasa,” tegas Bupati yang akrab disapa Gus Fawaid, dalam acara Launching Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan di GOR Kaliwates, Rabu (12/3).
Integrasi Semua Pihak Dalam Satu Komando
Selama ini, upaya penanganan berjalan sendiri-sendiri antar instansi. Untuk memutus pola tersebut, Pemkab Jember kini mengintegrasikan seluruh elemen dalam satu komando Satgas Pencegahan Stunting, AKI, dan AKB. Satgas ini menyatukan tenaga kesehatan (nakes), penyuluh KB, kepala puskesmas, camat, hingga kepala sekolah.
“Hari ini kita satukan dalam satu komando. Para nakes, penyuluh KB, kepala puskesmas, camat, bahkan kepala sekolah akan bahu-membahu bekerja sesuai peran masing-masing,” jelas Gus Fawaid.
Baca Juga: Pemkab Jember Lindungi 82 Ribu Pekerja Rentan, Salurkan Bantuan Pertanian Rp73,5 Miliar
Target Ambisius dan Evaluasi Ketat
Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan target penurunan drastis angka stunting, AKI, dan AKB pada 2026. Dalam jangka panjang, Jember menargetkan menjadi daerah dengan angka stunting terendah se-Jawa Timur pada 2029-2030.
“Kita akan lakukan evaluasi kinerja setiap tiga bulan sekali,” tegas Bupati Fawaid. Keberhasilan menekan angka-angka ini kini menjadi indikator kinerja utama (IKU) bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Kepala Puskesmas.
Integrasi dengan Layanan Home Care Jember
Program satgas ini akan terintegrasi langsung dengan layanan Home Care Jember yang akan segera diluncurkan. Layanan ini dirancang untuk menjangkau secara proaktif warga dengan risiko tinggi, seperti ibu hamil risiko tinggi dan bayi baru lahir.
Baca Juga: Terobosan Bupati Jember Lakukan Pemerataan Informasi dan Layanan Publik
“Kita tidak boleh berpikir terlalu jauh tentang home care. Saya akan segera mengundang semua pihak untuk meluncurkan layanan home care ini sebagai pendukung utama satgas,” ucapnya.
Bupati berharap, dengan penganggaran yang terfokus dan pergerakan terencana dalam satu komando, kolaborasi ini dapat menciptakan sejarah baru dalam penanganan kesehatan masyarakat Jember. (#)
Editor : Miftahul Rachman