Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi D DPRD Surabaya merespons positif bertambahnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kota Pahlawan.
Imam menyebut, Program MBG dari semula lima sekolah kini menjadi 38 sekolah. Namun ia memberikan catatan program tersebut masih kurang tepat sasaran.
Baca juga: Akses Jalan Wisata Pakal Belum Optimal, Komisi D DPRD Surabaya Desak Pembenahan
“Bukan tidak tepat sasaran, tapi kurang tepat sasaran,” ujar Imam. kata Imam, Selasa (25/3)
Menurutnya, sejak program ini berjalan dari Januari hingga Maret, seharusnya sekolah-sekolah di wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi mendapatkan prioritas lebih dahulu.
Berdasarkan data yang dimiliki DPRD, lima kelurahan dengan jumlah keluarga miskin tertinggi di Surabaya Kelurahan Moro Krembangan (Kecamatan Krembangan), Pegirian (Semampir), Kapas Madya Baru (Tambaksari), Sidotopo (Semampir), dan Tanjung Perak (Pabean Cantikan).
Baca juga: Ais Shafiyah Dorong MPLS Surabaya Fokus Karakter dan Literasi Digital
Namun, dari 38 sekolah yang telah menerima MBG, tidak satu pun berada di lima kelurahan tersebut. “Ini kan agak ironi. Kalau bertahap, mestinya yang kantong-kantong kemiskinan ini dulu yang didahulukan,” kata Imam.
Ia menyebut sekolah yang telah menerima MBG justru berada di Kelurahan Wonocolo, Rungkut, Pacar Keling (Tambaksari), Bulak (Kenjeran), dan Kertajaya (Gubeng).
Baca juga: Buleks Terima Buku Bung Karno dari Gus Rochmad, Diharapkan Jadi Inspirasi Generasi Muda
Menurutnya, jika program ini terus berjalan, distribusinya perlu dipercepat dan diperbaiki agar lebih sesuai dengan data kemiskinan
“Sementara yang di Krembangan, Semampir, dan Pabean Cantikan belum. Kasihan yang lain, mereka juga berhak mendapatkan,” demikian Imam Syafi'i. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman