Imam Syafi'i Sebut MBG di Surabaya Bertambah, Namun Kurang Tepat Sasaran

Reporter : Ibrahim
Imam Syafi'i, dok JatimUpdate.id/Roy

Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi D DPRD Surabaya merespons positif bertambahnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kota Pahlawan. 

Imam menyebut, Program MBG dari semula lima sekolah kini menjadi 38 sekolah. Namun ia memberikan catatan program tersebut masih kurang tepat sasaran.

Baca juga: Turnamen AFK Surabaya SRC Jadi Ajang Seleksi Futsal untuk Porprov 2027

“Bukan tidak tepat sasaran, tapi kurang tepat sasaran,” ujar Imam. kata Imam, Selasa (25/3)

Menurutnya, sejak program ini berjalan dari Januari hingga Maret, seharusnya sekolah-sekolah di wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi mendapatkan prioritas lebih dahulu.

Berdasarkan data yang dimiliki DPRD, lima kelurahan dengan jumlah keluarga miskin tertinggi di Surabaya Kelurahan Moro Krembangan (Kecamatan Krembangan), Pegirian (Semampir), Kapas Madya Baru (Tambaksari), Sidotopo (Semampir), dan Tanjung Perak (Pabean Cantikan).

Baca juga: PDAM Cuma Dapat Air Kelas Empat, Jasa Tirta: Kerjasama Kami Soal Kuantitas dan Kontinuitas 

Namun, dari 38 sekolah yang telah menerima MBG, tidak satu pun berada di lima kelurahan tersebut. “Ini kan agak ironi. Kalau bertahap, mestinya yang kantong-kantong kemiskinan ini dulu yang didahulukan,” kata Imam.

Ia menyebut sekolah yang telah menerima MBG justru berada di Kelurahan Wonocolo, Rungkut, Pacar Keling (Tambaksari), Bulak (Kenjeran), dan Kertajaya (Gubeng). 

Baca juga: Perhimpunan UKM Indonesia Dukung Ketegasan BGN Tutup 1.999 Dapur SPPG yang Belum Penuhi Standar

Menurutnya, jika program ini terus berjalan, distribusinya perlu dipercepat dan diperbaiki agar lebih sesuai dengan data kemiskinan

“Sementara yang di Krembangan, Semampir, dan Pabean Cantikan belum. Kasihan yang lain, mereka juga berhak mendapatkan,” demikian Imam Syafi'i. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru