Stok Pangan Dinyatakan Aman, Yuga Ingatkan Pemkot Awasi Permainan Harga Jelang Lebaran

Reporter : Ibrahim
Yuga Pratisabda Widyawasta, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, meminta Pemkot tidak lengah meskipun stok pangan diklaim aman selama tiga bulan termasuk saat Idulfitri atau Lebaran 2025

Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok harus tetap menjadi prioritas. Sebab, pengendalian stok pangan berkaitan erat dengan inflasi daerah. Jika tidak dikelola dengan baik lonjakan harga bisa terjadi dan berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Baca juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas

"Pemkot harus memastikan bahan pokok penting (Bapokting) tetap tersedia di pasar tradisional dengan harga yang stabil. Jangan sampai ada kelangkaan yang berujung kenaikan harga," kata Yuga, Kamis (27/3)

Selain menjaga stok, Yuga juga menyoroti potensi permainan harga oleh tengkulak atau pihak tertentu yang bisa merugikan masyarakat.

Maka dari itu, legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut menekankan, pemkot harus melakukan pemantauan yang ketat agar spekulasi harga dapat dicegah sejak dini.

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Permainan harga dan penimbunan itu nyata. Pemkot perlu mengantisipasi dengan monitoring yang rutin, sehingga ada sistem peringatan dini untuk mencegah kelangkaan," tegasnya.

Menurutnya, Pemkot harus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan pedagang, guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar. Langkah ini diperlukan agar pasokan tetap stabil dan harga tidak bergejolak.

“Kalau distribusi terganggu, harga pasti naik. Jadi, koordinasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha sangat penting agar masyarakat tidak terbebani,” demikian Yuga Pratisabda Widyawasta

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma mengatakan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) Indeks Kecukupan Pangan (IKP) di Kota Surabaya sampai dengan Desember 2024, sangat mencukupi dengan indeks 3,8. 

“Dengan indeks sebesar 3,8 artinya kecukupan pangan di Kota Pahlawan mencukupi sampai dengan 3 bulan ke depan,” kata Vykka sapaan lekatnya, Jumat (31/1). (Roy)

Editor : Ibrahim

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru