Surabaya,JatimUPdate.id - Komisi D DPRD Surabaya menyoroti pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam rapat evaluasi Triwulan I bersama Dinas Pendidikan Surabaya.
Ketua Komisi D, Akmarawita Kadir, menegaskan pentingnya pembangunan SMP untuk mengakomodasi lulusan SD yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan SMP negeri yang tersedia.
Baca juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas
"Sekolah SMP ini krusial menurut kami. Jumlah SD begitu banyak, tetapi turun drastis ke 63 SMP. Ini menyebabkan banyak siswa tidak tertampung. Warga mencari sekolah yang gratis dan dekat, ini yang menjadi catatan kami," kata Akmarawita, Selasa (1/4).
Ia menjelaskan, dari rencana pembangunan lima SMP baru pada 2025, hanya tiga lokasi yang siap, yakni di Waru Gunung, Medokan Ayu, dan Tambak Wedi.
Akmarawita menyebut, ketiga sekolah ini dibangun di atas lahan milik Pemkot Surabaya. Sementara dua lokasi lain, di Lakar Santri dan Jeruk, masih perlu evaluasi lebih lanjut.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Di RPJMD 2025, targetnya lima SMP, tetapi dua lokasi belum siap. Tiga lokasi lainnya sudah clear, meski operasionalnya baru bisa berjalan pada 2026," jelasnya.
Legislator Partai Golkar itu menjelaskan, dalam evaluasi Komisi D juga menyoroti efisiensi anggaran di Dinas Pendidikan.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Ia memaparkan, kepala dinas memastikan tidak ada pemangkasan anggaran signifikan, hanya pengaturan ulang kebutuhan listrik, penerangan, dan air.
"Sementara renovasi SD yang semula direncanakan di 15 titik bertambah menjadi 17 titik. Pembangunan SMP juga mengalami perubahan dari lima titik menjadi tiga titik," demikian Akmarawita Kadir. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman