Gelar Sarasehan, MD KAHMI Langkat Kupas Dinamika, Satukan Perbedaan

jatimupdate.id
Sarasehan MD KAHMI Langkat

Jatimupdate.id- Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Langkat menggelar sarasehan  bertajuk 'eksistensi KAHMI dan kontribusi lembaga ini dalam kiprahnya terhadap kemajuan kabupaten Langkat ke depan'.

Sarasehan dihadiri puluhan alumni Kader HMI dari berbagai segmentasi dan berbagai Komisariat serta Cabang asal mereka berkiprah di HMI.

Diadakannya sarasehan, di latar belakangi terjadinya dinamika yang berujung ditunjuknya tim Karateker MD KAHMI Langkat menggelar MUSDALUB untuk mengganti Presidium KAHMI yang telah dibekukan. Dan akhirnya melahirkan dua arus besar. Yakni Pendukung Musdalub dan pendukung Musda IV yang dinilai lebih tepat secara konstitusional menurut sebahagian Alumni HMI Langkat.

Hadir sebagai Narasumber, Nurul Azhar Lubis sebagai alumni Kader HMI asal Komisariat UISU yang juga pernah berkiprah beberapa periode di dewan Legislatif dari partai PPP.

Dia adalah tokoh tauladan bagi para kader aktif HMI maupun pada jajaran senior di HMI Langkat. Dia juga merupakan mantan ketua Komisariat Syariah STAI JM Tanjung Pura.

Kemudian, Suhendro SHi seorang wiraswasta, owner KERPIK CINTA pengusaha muda. Dia  memiliki kontribusi nyata untuk kader-kader HMI aktif di Cabang Langkat.

Kiprahnya juga tidak diragukan lagi, hadir sebagai titik episntrum bagi dinamisasi organisasi HMI Cabang Langkat hari ini.

Selanjutnya, Mustafa Habib, senior muda dan akademisi di Universitas Al Maksum Stabat. Ia pernah menjabat sebagai ketua Umum Cabang Medan dan kini tinggal dan berdomisili di kecamatan Hinai Kabupaten Langkat.

Pada kesempatan itu, ia membawa cerita lain dalam dinamisasi berorganisasi yang tentu saja dalam materi yang disampaikannya menjadi sebuah masukan bagi kepengurusan KAHMI dan HMI cabang Langkat ke depan.

Sementara, Afifuddin Amran, selaku tuan Rumah, Pimpinan Surau Baitul Muthahar. Mantan Ketua Cabang HMI Langkat yang pertama ini merupakan tokoh tauladan bagi adik-adik HMI di Langkat. Petuahnya, tegas tanpa tendeng aling-aling.

"Surau yang diwaratnya ini, merupakan satu-satunya surau yang ada di Kabupaten Langkat, memiliki nuansa pedesaan, alamiah namun bukan hanya sekedar ritual formal ibadah sholat, namun di surau ini, kerap kali hadir ide-ide yang segar, orisinil mengandung nilai spiritualitas yang tinggi." bebernya.

Ia sebagai moderator menyampaikan,  surau yang sederhana nan indah ini, suasana intelektualitasnya begitu harum dan kental terasa. Dengan penataan buku di ruang perpustakaan, seperti Madrasah Nizamiyah yang dipimpin oleh Imam al Ghazali.

"(Kami) bukan sekedar beribadah Formal saja, kegiatan diskusi, dialog ringan bernuansa intelektual sering dilaksanakan di tempat ini." tambahnya.

Pemateri lainnya, yaitu Syamsul Harahap. Alumni HMI Cabang Langkat mantan ketua DPD KNPI Langkat.

Dia selalu memberikan masukan cerdas dan ber nash kepada adik-adiknya di HMI. Mewanti-wanti agar mereka mampu menggunakan penalaran yang sempurna dalam akal pikiran mereka.

Sementara pemateri yang terakhir, Afifuddin memiliki pandangan yang hampir sama, saat melihat munculnya dinamika KAHMI LANGKAT. Dia menekankan KAHMI ke depan, mampu berkiprah dan bernilai serta menjalankan perannya sebagai tempat berhimpunnya para kader HMI paripurna.

Dengan memberikan sumbangsih moril spiritual untuk adik-adiknya, khususnya untuk kesejahteraan umat dan bangsa pada umumnya.

Dalam satu ungkapan yang kerap dilontarkan Cak Nur, dikutip Afif ketika menyampaikan pandangannya, 'KAHMI harus menegakkan Kalimatun Sawa, menyamakan satu kesepahaman untuk KAHMI ke depan.

Yaitu kemajuan, perubahan dan perkembangan positif agar KAHMI ke depan menjadi wadah yang patut ditauladani.

"Lalu kemudian, kami berpikir, cukup KAHMI hadir sebagai GURU yang baik, sebagai Good Father, sebagai arus utama ketauladanan untuk semua kalangan. Mudah-mudahan!" harapnya.

Sarasehan, kemudian ditutup dengan pemberian buku karangan Almarhum Prof. Dr. Muhammad Fadly yang berjudul "Sejarah Kesultanan Melayu Langkat".

Dia juga sebagai ilmuwan asal Langkat. Almarhum meninggal beberapa tahun yang lalu, dan juga salah satu adik dari Afifuddin.

Baca juga: LK II–LKK HMI Bondowoso–Situbondo Ditutup, Proses Kaderisasi dan Kualitas Kader Ditekankan

Editor : Ibrahim

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru