Serapan Bulog Jember 150 persen capai 32.000 ton Gabah

Bupati Jember Apresiasi Kinerja Bulog Jember Atas Serapan Gabah Petani

Reporter : Miftahul Rachman
Bupati Jember Gus Fawait saat panen raya nasional di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan. Turut hadir Kabulog Jember Ade Saputra, Wakapolres Jember Kompol Ferri Dharmawan, Dandim 0824 Letkol Arm Indra Andriansyah, Anggota DPRD Kabupaten Jember David Handoko

 

Jember, JatimUPdate.id : Bulog Jember, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah melakukan serapan sebesar 32.000 ton gabah petani.

Baca juga: Pemkab Jember Salurkan 8 Ribu Ton Beras, Penerima Bantuan Terendah di Jatim

Atas peran Bulog Jember, Bupati Jember Muhammad Fawait, atau akrab disapa Gus Fawait, mengapresiasi kinerja Bulog Jember, dalam rangka mengelola stok pangan, menstabilkan harga, dan menyalurkan pangan kepada masyarakat.

“Kami berterimakasih, karena Bulog telah melakukan serapan gabah petani Jember,” kata Gus Fawait, usai mengikuti panen Raya serentak, di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan, pada Senin (07/04/2025) siang.

Menurut Kabulog Jember Muhammad Ade Saputra, serapan gabah petani yang dilakukan Bulog Jember, dimulai awal Februari 2025 sampai dengan hari ini, telah mencapai 150 �ri target yang ditetapkan.

Baca juga: Mengapa Harga Beras Di Zona II dan III Mayoritas Di Atas HET

“Capaian itu berkat dukungan kerjasama dengan Kodim 0824 Jember,distan, mitra makloon Bulog, kelompok tani, Gapoktan, HKTI dan KTNA,” katanya.

Ade menyampaikan semua gabah petani yang telah dibeli Bulog rata rata kualitasnya sangat baik, karena pada saat proses bongkar gabah dilakukan pengecekan kualitas.

“Karenanya dengan menggandeng banyak pihak, kami harapkan dapat menjelaskan kepada petani, terkait kualitas gabah yang bisa dibeli Bulog,” ujarnya.

Baca juga: Program Bunga Desaku: Inisiatif Pelayanan Publik oleh Bupati Jember dan Dinamika Politiknya

Akan tetapi, untuk mengoptimalkan peran Bulog, Ade mengatakan masih membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah baik dari segi regulasi dan sarana prasarana.

“Kami sangat membutuhkan dukungan Pemkab Jember, karena keterbatasan kerjasama mitra makloon yang memiliki mesin pengeringan [dryer] dan penggilingan, sejauh ini kami telah menggandeng poktan binaan HKTI yang memiliki lantai jemur untuk optimalisasi serapan gabah,” tandasnya. (mmt/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru