RPU Lakar Santri, Ghofar: Alat Banyak Berkarat, Air PDAM Belum Masuk

Reporter : Ibrahim
Ghofar Ismail, dok Jatimupdate.id/Roy

Surabaya,JatimUPdate.id — Komisi B DPRD Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Pemotongan Unggas (RPU) di kawasan Lakar Santri, Senin (21/4).

Sekretaris Komisi B, Ghofar Ismail, mengatakan sidak ini mengungkap berbagai catatan teknis, mulai dari kondisi alat pemotongan yang berkarat hingga belum tersedianya air bersih dari PDAM.

Baca juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas

“Kita sudah lihat bersama-sama dengan teman-teman Komisi B dan juga rekan-rekan wartawan. Saya hanya menambahkan saja, terutama soal alat-alatnya. Ini harus dibenahi karena banyak karat. Kalau bicara soal makanan, ya semua prosesnya harus bersih,” katanya, Rabu (23/4)

Ia menilai, meski secara fisik bangunan RPU sudah hampir rampung, masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan. Salah satunya adalah ketersediaan air bersih.

“Sekitar 70 persen sudah selesai. Tapi yang 30 persen ini, terutama air PDAM, masih belum ada. Masih proses pengajuan ke PDAM Kota Surabaya,” jelasnya.

Ghofar juga menyoroti  kondisi jalan dan penataan area parkir, akses keluar masuk kendaraan.

Pun saluran air ditata agar aktivitas di RPU tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

“Penataan jalannya juga harus bagus. Tempat alokasi parkir dan kendaraan harus benar-benar tertata, supaya RPU ini bisa benar-benar difungsikan sebagai pusat pemotongan unggas di Surabaya,” tambahnya.

Ia juga meminta Pemkot dan RPH aktif melakukan sosialisasi ke masyarakat, khususnya pedagang pasar.

“Kalau ini sudah diserahkan ke RPH, ya RPH harus sering memberikan informasi ke RT, RW, kelurahan, camat. Supaya para pedagang tahu dan bisa memanfaatkan fasilitas penyembelihan di RPU Lakar Santri,” tegasnya.

Selain alat pemotongan yang dinilai belum layak, Ghofar juga menyoroti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum selesai.

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

“IPAL-nya sudah ada, tapi belum selesai. Harapan saya, ini harus benar-benar bagus. Jangan sampai mengganggu wilayah sekitar,” tuturnya.

Ditanya soal target operasional, Ghofar menyebut pihak RPU masih menunggu kelengkapan sarana.

“Sudah disampaikan, targetnya dua sampai tiga bulan ke depan, baru bisa dilaksanakan kegiatan penyembelihannya,” demikian Ghofar Ismail. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru