Surabaya, JatimUPdate.id - Aktivis LSM Konsensus Bhiruh Dheun Bangkalan, Muniri Chodri turut bersuara terkait pernyataan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menyebut curanmor di kota Pahlawan bukan warganya, tetapi pelaku dari luar kota.
Muniri sependapat dengan sikap anggota Komisi A DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo, pernyataan Eri terkesan tendensius ke warga kabupaten tetangga.
Baca juga: Gerindra Sambangi Eri Cahyadi, Alif: Murni Silaturahmi Tak Ada Agenda Khusus
"Saya sependapat dengan DPRD Surabaya, pernyataan dari wali kota itu bisa jadi tendensius ke warga di kabupaten tetangga." kata Muniri, Rabu (23/4).
Muniri menduga pernyataan Eri penekannya diarahkan ke Madura, meskipun dia juga menyebut dua kabupaten tetangga lainnya.
"Dan kalau saya pahami dari pernyataannya, sepertinya ada penekanan ke daerah Madura. Kenapa saya menduga seperti itu. Ada tiga kan yang disebut itu, Sidoarjo, Gersik, Madura. Kenapa menyebut Madura? Bukan Bangkalan, bukan Sampang, bukan Pamekasan, bukan Sumenep?" beber dia.
Baca juga: Respons Sidak Eri, Alif Iman Waluyo: Wali Kota Bisa Evaluasi Kinerja OPD
Ia menyimpulkan, indikasi pernyataan Eri mengarah ke warga Kabupaten Bangkalan
"Saya kira ini kan bisa jadi penekanan bahwa yang disasar atau yang dimaksud oleh wali kota. Wali kota Surabaya itu adalah orang Bangkalan. Begitu." terang Muniri.
Baca juga: Eri Cahyadi Apresiasi Toleransi Warga Surabaya, Perbedaan Idulfitri dan Nyepi Jadi Contoh Harmoni
Kendati begitu, ia tidak menyalahkan Eri asalkan bisa dibuktikan pelaku curanmor bukan ber-KTP Surabaya.
"Ya boleh-boleh saja wali kota Surabaya itu berkesimpulan seperti itu. Jika bisa membuktikan dari sekian pencuri motor itu, KTP-nya bukan Surabaya." demikian Muniri Chodri. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat