Bondowoso, JatimUPdate.id, – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengimbau seluruh sekolah untuk menggelar kegiatan studi wisata di wilayah sendiri. Fokus utamanya adalah mengunjungi destinasi wisata alam dan budaya, khususnya kawasan Ijen Unesco Global Geopark.
Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 355 Tahun 2025, yang ditujukan kepada satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Pj Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak hanya untuk mengenalkan potensi wisata lokal, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi para wali murid.
"Studi wisata ke luar daerah kadang memberatkan. Anak-anak tidak tahu kondisi orang tuanya, akhirnya memaksa ikut, kasihan," ujar Fathur.
Ia menegaskan, meski hanya berupa imbauan, Pemkab tetap akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaannya.
"Tak ada regulasi khusus, tapi kita akan cek, pantau, dan memanggil jika diperlukan," tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), Bondowoso memiliki 38 objek wisata, dengan 39 persen di antaranya merupakan wisata alam. Selebihnya tersebar pada kategori wisata desa, religi, budaya, buatan, minat khusus, dan edukasi.
Baca juga: Disdik Bondowoso Atur Jam Belajar Ramadan 2026 Mulai 07.30 WIB
Di kawasan Ijen Geopark, para pelajar dapat mengenal langsung berbagai situs geologi seperti Kawah Ijen, Kaldera Ijen Purba, Batu So’on Solor, hingga Kawah Wurung. Selain itu, mereka juga bisa mengenal kekayaan budaya lokal seperti tari Singo Ulung dan Topeng Konah.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Haeriyah Yuliati, memastikan surat edaran tersebut telah disampaikan ke seluruh sekolah.
Menurutnya, kebijakan ini penting agar generasi muda tidak hanya mendengar tentang Ijen Geopark, tetapi juga mengetahui dan mencintai warisan budaya dan alam daerahnya.
"Dinas Pendidikan mengapresiasi kebijakan ini. Selain memperkenalkan budaya lokal, kebijakan ini juga meringankan beban biaya bagi wali murid," jelasnya.
Baca juga: Kepala Pesantren Nurul Jadid, Kiai Abdul Hamid Wahid Raih Gelar Doktor Cumlaude
Haeriyah menambahkan, sekolah diminta tetap memperhatikan asas manfaat, kemampuan keuangan orang tua, serta faktor keamanan dalam pelaksanaan studi wisata.
Sekilas tentang Ijen Unesco Global Geopark
Ijen Unesco Global Geopark adalah kawasan konservasi alam dan budaya yang diakui oleh UNESCO sejak tahun 2023. Berada di wilayah Bondowoso dan Banyuwangi, geopark ini mencakup berbagai situs geologi, biologi, dan budaya yang unik, seperti Kawah Ijen dengan fenomena blue fire-nya, Kaldera Ijen Purba, serta kekayaan tradisi lokal. Ijen Geopark menjadi salah satu destinasi unggulan yang memperkuat identitas wisata dan budaya Indonesia di mata dunia. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat