Surabaya Jatimupdate.id - Dosen Ilmu Politik Universitas Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultoni mengganggap pencopotan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya tidak serta memberikan keuntungan bagi partai manapun termasuk Gerindra dan Golkar di Pemilu 2029
Asalkan beber dia, PDIP masih solid mengelola kekuatan di akar rumput dampaknya pun terhadap partai lain masih belum signifikan.
Baca juga: Golkar dan Fase Generasi Ketiga: Dari Karya Kekaryaan Menuju Politik Teknoratik
“Menurut saya, sejauh PDIP masih mampu mengelola akar rumput, tidak ada yang dirugikan maupun diuntungkan,” ujar Ken Bimo, Senin (5/5)
Kendati begitu, ia mengingatkan jika PDIP gagal membangun komunikasi politik yang adil kepada basis massanya, celah itu bisa dimanfaatkan oleh partai kompetitor.
“Kalau PDIP tidak memberikan klarifikasi politik yang cukup ke akar rumput, partai lain seperti Gerindra dan Golkar bisa masuk memanfaatkan situasi,” tambahnya.
Ken Bimo menyebut, saat ini PDIP masih terlihat solid. Tapi jika langkah cepat dan tepat tidak segera diambil, potensi pergeseran dukungan bisa saja terjadi.
Baca juga: Anggaran Transfer Daerah (TKD) 2027 Naik Rp735 Triliun, Bamsoet Harap Beban Fiskal Pemda Teratasi
“Otomatis ini akan dimanfaatkan oleh kelompok partai yang juga punya basis massa kuat untuk mengambil peluang dan momentum,” demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat