Bupati Bondowoso Tegaskan Komitmen Cegah Perkawinan Anak

Reporter : M Aris Effendi
Bupati Abdul Wahid Hamid, hadir langsung dalam Workshop Implementasi Perda Pencegahan Perkawinan Anak yang digelar di Hotel Ijen View, Rabu (7/5/2025).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menunjukkan komitmen kuat dalam mencegah perkawinan anak.

Baca juga: Bondowoso Dorong Kemandirian Ekonomi dan Perkuat Daya Tawar Peternak Rakyat

Bupati Abdul Wahid Hamid, hadir langsung dalam Workshop Implementasi Perda Pencegahan Perkawinan Anak yang digelar di Hotel Ijen View, Rabu (7/5/2025).

Didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (P3AKB) Anisatul Hamidah, kehadiran Bupati menegaskan bahwa pencegahan perkawinan usia dini menjadi agenda prioritas Pemkab Bondowoso.

“Perkawinan anak bukan masalah sepele. Ini isu serius yang butuh kolaborasi lintas sektor. Kita sudah punya payung hukum lewat Perda, tinggal bagaimana kita mengawalnya agar benar-benar berjalan di lapangan,” tegas Bupati Wahid di hadapan peserta workshop.

Baca juga: Lewat OSN 2026, Kadisdik Bondowoso Tanamkan Semangat Kompetisi dan Sportivitas

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, masyarakat, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AKB mengapresiasi antusiasme peserta workshop yang datang dari berbagai kalangan. Menurutnya, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif perkawinan anak.

Baca juga: Dispendik Bondowoso Cairkan Rp 3,2 Miliar Tunggakan TPG dan THR Guru PAI

“Kami berharap workshop ini menghasilkan strategi nyata dan inovatif agar Perda tidak hanya jadi dokumen, tapi benar-benar melindungi anak-anak Bondowoso,” ujarnya.

Workshop ini mencakup pemaparan isi Perda, diskusi kelompok, dan penyusunan rencana aksi bersama. Langkah ini diharapkan menjadi titik awal menuju Bondowoso sebagai kabupaten ramah anak dan bebas dari praktik perkawinan usia dini. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru