Lewat OSN 2026, Kadisdik Bondowoso Tanamkan Semangat Kompetisi dan Sportivitas

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Peserta mengikuti seleksi OSN tingkat SD/MI Kab. Bondowoso di Aula Ki Hajar Dewantara Diknas Bondowoso, Senin (8/6/2026). 326 siswa bersaing pada bidang Matematika, IPA, IPS berebut tiket provinsi.
Peserta mengikuti seleksi OSN tingkat SD/MI Kab. Bondowoso di Aula Ki Hajar Dewantara Diknas Bondowoso, Senin (8/6/2026). 326 siswa bersaing pada bidang Matematika, IPA, IPS berebut tiket provinsi.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD/MI tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang mengukur kemampuan akademik siswa.

Di balik kompetisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso juga ingin menanamkan semangat kompetisi yang sehat, sportivitas, dan daya juang kepada para peserta sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., usai membuka seleksi OSN tingkat SD/MI Kabupaten Bondowoso yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Bondowoso, Senin (8/6/2026).

Menurut Taufan, kemampuan berkompetisi secara sehat merupakan bekal penting yang harus dimiliki setiap anak untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.

Ia menilai kehidupan tidak pernah lepas dari persaingan. Karena itu, siswa perlu dibiasakan untuk berkompetisi secara sportif sejak bangku sekolah dasar.

“Kehidupan ini penuh dengan kompetisi. Setelah lulus SD, anak-anak akan berkompetisi masuk SMP. Setelah lulus SMA, mereka akan berkompetisi masuk perguruan tinggi. Setelah lulus kuliah, mereka juga akan berkompetisi memasuki dunia kerja. Bahkan ketika sudah bekerja pun kompetisi tetap ada,” ujarnya.

Karena itu, Taufan mengajak seluruh peserta untuk menjadikan OSN sebagai sarana belajar sekaligus melatih mental agar berani bersaing secara sehat.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari kemenangan semata, tetapi juga dari proses belajar, pengalaman, dan kemampuan untuk terus berkembang.

“Yang terpenting adalah menjunjung sportivitas, kejujuran, dan memberikan kemampuan terbaik. Menang itu membanggakan, tetapi proses belajar dan pengalaman berkompetisi juga sangat berharga,” katanya.

Lebih lanjut, Taufan menjelaskan bahwa pelaksanaan OSN tidak semata-mata bertujuan mencari juara. Ajang tersebut juga menjadi wadah untuk menjaring sekaligus membina talenta-talenta muda di bidang sains sejak usia dini.

Melalui kompetisi ini, Dinas Pendidikan berharap lahir generasi yang memiliki kemampuan akademik unggul sekaligus karakter yang kuat.

“Tujuan kegiatan ini adalah menjaring dan membina talenta sains, meningkatkan mutu pendidikan sains, serta menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat. Anak-anak perlu belajar bahwa dalam sebuah kompetisi ada yang menjadi juara dan ada yang belum berhasil, namun semuanya mendapatkan pengalaman berharga,” jelasnya.

Ia menambahkan, Olimpiade Sains Nasional merupakan kompetisi akademik yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Seleksi tingkat kabupaten menjadi tahapan awal untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Bondowoso pada OSN tingkat Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, peserta yang berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi akan kembali diseleksi untuk mengikuti OSN tingkat nasional dan bersaing dengan siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

Melalui penyelenggaraan OSN 2026, Dinas Pendidikan Bondowoso berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat berkompetisi, daya saing tinggi, karakter yang baik, serta mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. (ries/yh)