Trenggalek, JatimUPdate.id– Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek sejak akhir pekan lalu memicu banjir dan longsor di berbagai wilayah, Senin (19/5/2025).
Bencana akibat adanya ekosistem yang terganggu dan rusak ini berdampak pada lingkungan sekitar. Hal ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, rumah warga terendam, dan evakuasi massal.
Dampak lain banjir juga merendam jalur utama Jalan Raya Soekarno-Hatta, yang menghubungkan Trenggalek dengan Tulungagung dan Ponorogo, dengan ketinggian air mencapai 50-60 cm, membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu di Kecamatan Munjungan, terjadi tanggul jebol di Desa Tawing menyebabkan permukiman warga terendam banjir setelah hujan deras mengguyur sejak pagi.
Sementara itu, di Desa Ngares, banjir bandang akibat luapan Sungai Ngasinan sejak Sabtu (17/5/2025) malam menyebabkan 7 rumah terisolasi dan 11 kepala keluarga (KK) terdampak.
Secara khusus Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 28 warga, termasuk seorang lansia dengan kondisi stroke, pada Minggu (18/5/2025) dini hari.
Baca juga: PMII Unisda Desak Pemkab Lamongan Benahi Tata Kelola Banjir Secara Menyeluruh
Total, sebanyak 385 KK terdampak banjir, dengan Kelurahan Tamanan menjadi wilayah paling parah dengan 359 KK terdampak.
Selain banjir, longsor melanda beberapa titik, termasuk di Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Tiga rumah tertimbun longsor, 10 rumah lainnya terdampak, dan 6 warga dilaporkan hilang. Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian dan mitigasi di lokasi.
Selanjutnya di lereng Gunung Wilis, longsor juga menimpa warung di pintu masuk Putri Maron, Desa Depok, menyebabkan kerusakan material.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek melaporkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di Kecamatan Kampak sejak pukul 12.00 WIB turut memperparah kondisi.
Baca juga: Tinjau Pematangan Lahan Huntap untuk Warga Korban Bencana, Bupati Armia: Terima Kasih Bapak Kapolri
Lebih jauh BPBD telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor dan mendistribusikan bantuan ke warga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan hujan masih akan berlangsung.
Masyarakat diminta untuk segera melapor ke posko bencana jika membutuhkan bantuan darurat. (yp/ff/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat