Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono atau yang akrab dipanggil Buleks menerima beragam keluhan warga selama reses di 12 titik wilayah konstituennya.
Buleks menyebut, masalah pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial mendominasi aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"PPDB masih jadi masalah utama. Banyak orang tua bingung dengan sistem zonasi dan teknis pendaftaran. Ini harus segera dibenahi agar tidak menyulitkan warga setiap tahun," kata Buleks, Jum'at (23/5).
Selain itu, sejumlah mahasiswa mengadukan soal kesulitan mendapatkan izin magang untuk tugas akhir. Menurut mereka, proses administrasi di sejumlah instansi pemerintahan dinilai berbelit dan tidak transparan.
Masalah BPJS juga muncul. Banyak warga mengaku kartu BPJS mereka tidak aktif tanpa pemberitahuan. Padahal, sebagian besar masih sangat membutuhkan layanan kesehatan.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
“Warga juga mengeluh karena tidak terdata dalam program Gamis (Keluarga miskin). Akibatnya mereka tidak mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Keluhan lain yang cukup sering disampaikan adalah soal bantuan yang tak kunjung diterima karena alamat domisili di KTP tidak sesuai dengan tempat tinggal saat ini.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Buleks juga mencatat adanya laporan dari warga soal rumah sakit yang menolak pasien. Ia menilai hal itu tidak bisa ditoleransi karena pelayanan kesehatan merupakan hak dasar warga.
“Pemkot harus turun tangan. Jangan biarkan warga Surabaya kesulitan berobat karena alasan teknis,” demikian Budi Leksono. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat