Surabaya,JatimUPdate.id – Pembahasan Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan dan Pembinaan Nilai-nilai Kepahlawanan, di Komisi D DPRD Surabaya, memantik catatan tajam dari tokoh penggerak kebudayaan, AH Thony.
Ia menyoroti revitalisasi obyek cagar budaya yang dianggap masih berkutat pada fisik bangunan semata.
Baca juga: Revitalisasi Taman Bungkul Digenjot, Pemkot Surabaya Libatkan OPD dan Warga
“Selama ini revitalisasi yang dilakukan Pemkot masih sebatas pada bangunan. Padahal spirit cagar budaya itu bukan cuma fisik, tapi juga fungsinya harus dihidupkan,” Thony, Rabu (28/5)
Menurutnya, cagar budaya seharusnya mampu memberi nilai tambah secara ekonomi, sosial, dan historis.
Thony juga menyebut pentingnya revitalisasi fungsi hingga nilai sejarah, agar tempat bersejarah benar-benar bisa ‘bercerita’ kepada masyarakat.
Baca juga: Soal Program Revitalisasi Sekolah di Madura, Ini Respons Aliansi Madura Indonesia
“Kalau orang datang, dia harus merasakan ada semangat yang hidup. Bukan melihat bangunan mati,” tambahnya.
Thony juga menyayangkan perilaku masyarakat dan lingkungan sekitar cagar budaya yang justru abai.
Baca juga: KAI Siapkan Reaktivasi Jalur Kereta Kedungjati–Tanggung, Dorong Ekonomi dan Pelestarian Heritage
Menurutnya, banyak situs sejarah yang sepi perhatian, bahkan dijadikan tempat membuang sampah.
“Inilah yang kami dorong dalam raperda. Harus ada upaya membangun kesadaran kolektif, tapi warisan sejarah yang membentuk siapa kita hari ini,” tegasnya.
Editor : Yuris. T. Hidayat