Sidoarjo, JatimUPdate.id - Sepuluh tahun lamanya ribuan hektare tambak di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, tidak lagi bisa digunakan untuk budi daya ikan.
Baca juga: Santunan Rp149,5 Juta untuk Keluarga Driver Ojol, Pemkab Sidoarjo Pastikan Pendidikan Anak Terjamin
Akibat rob yang melanda dan menjebol tanggul, kawasan produktif itu berubah menjadi hamparan laut dangkal.
Hingga kini, hanya pohon-pohon bakau yang tersisa, menjadi saksi bisu bahwa area tersebut dulunya adalah tambak aktif. Para petani yang bergantung pada tambak kini hanya bisa pasrah, menanti solusi yang tak kunjung datang.
Kondisi ini menarik perhatian Bupati Sidoarjo Subandi bersama Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo serta Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono, meninjau langsung lokasi seluas sekitar 2.000 hektare itu.
Peninjauan dilakukan dengan menumpang tiga perahu menyusuri Sungai Kalitikung menuju muara Curah Ombo. Hampir satu jam perjalanan dilalui untuk mengakses kawasan yang sepenuhnya terendam tersebut.
Baca juga: Sidak TPS, Bupati Sidoarjo Dorong Pembenahan Total Sistem Pengelolaan Sampah
"Kita telah lakukan mitigasi, mudah-mudahan kita bisa mengembalikan tambak ini, tidak menjadi laut seperti ini," kata Bupati Subandi di lokasi peninjauan, Jumat (30/5).
Subandi menekankan pentingnya segera bertindak agar tanggul tambak lainnya tidak ikut tergerus gelombang laut. Ia khawatir kerusakan akan meluas jika tak segera diatasi.
Sebagai langkah awal, Pemkab Sidoarjo berencana menurunkan excavator amphibi PC 250 melalui alokasi anggaran dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) mendatang. Namun, upaya ini membutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat.
Baca juga: Menakar Peluang Empat Kandidat Ketua PKB Sidoarjo
"Kita mengharapkan bantuan bersama Gubernur. Bupati dan Gubernur harus bersinergi menyelesaikan persoalan tambak yang sudah sepuluh tahun belum selesai," ujarnya.
Selain dukungan dari pemerintah provinsi, Pemkab Sidoarjo juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI guna mencari solusi menyeluruh.
"Mudah-mudahan dari provinsi juga membantu kita, bahu-membahu menyelesaikan tambak ini. Kita juga akan berkoordinasi dengan kementerian," ucap Subandi mengakhiri. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat