Sidoarjo, JatimUPdate.id - Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, sekitar 160 juru sembelih (jagal) di Kabupaten Sidoarjo, mengikuti pelatihan teknik penyembelihan hewan kurban sesuai dengan kaidah syariat Islam.
Baca juga: KAUJE Korda Surabaya Membagikan Daging Korban Untuk Warga Yang Membutuhkan
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan bertempat di Masjid Nurul Anwar, Perum BCF, Sidoarjo.
Ketua DMI Kabupaten Sidoarjo, Imam Mukozali, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis sekaligus syar’i dalam proses penyembelihan hewan, terutama sapi dan unggas, agar daging kurban yang dihasilkan halal, higienis, dan layak konsumsi.
"Baik ayam atau unggas, kambing atau sapi, karena ini yang diutamakan. Para peserta diberi materi fikih dan praktik langsung tentang tata cara penyembelihan yang benar," ujar Imam, Sabtu (31/5/2025).
Baca juga: Dari Kurban ke Sembako: Ponpes Al Ishlah Bondowoso Tutup Idul Adha dengan Cinta Sosial
Materi pelatihan meliputi teknik menenangkan hewan, metode perebahan (merobohkan) sapi sebelum disembelih, serta cara penyembelihan yang memenuhi syarat sah secara Islam, yaitu memutus saluran pernapasan, saluran makanan, dan pembuluh darah utama.
Ketua DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Sidoarjo, Riza Isra Fitranda, menambahkan bahwa kesulitan utama dalam proses penyembelihan kerap terjadi pada hewan jenis sapi.
Baca juga: DPD Laskar Sasak Lombok Tengah Lakukan Penyemblihan Hewan Kurban Idul Adha 1446 H
Untuk itu, para jagal diperkenalkan empat metode perebahan yang telah disahkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), yakni metode Burly, Ropsqueeze, Tali Cinta, dan Staning.
"Yang paling sulit itu adalah sapi. Maka metode perebahan ini sangat penting agar hewan tidak stres dan proses penyembelihan berlangsung lancar," ucap Riza memungkasi.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat