Bondowoso, JatimUPdate.id, - Tawa dan teriakan riang menggema di halaman sekolah, berpadu dengan semprotan air dari mobil pemadam kebakaran.
Awal Juni 2025 menjadi akhir tahun ajaran yang penuh warna bagi sejumlah siswa di Bondowoso. Bukan dengan pidato atau seremonial kaku, tapi dengan Water Party, sebuah pesta air sederhana namun penuh makna.
Tradisi ini mulai ramai digelar sejak tahun lalu, namun di 2025, gaungnya makin meluas. Sedikitnya tiga sekolah lebih dulu menggelar kegiatan ini secara meriah: SDN Dabasah 01 pada Senin (2/6), SMPN 1 Tapen pada Selasa (3/6), dan SMPN 1 Klabang pada Rabu (4/6). Pesta air dimulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB, dan melibatkan ratusan siswa yang berlarian, tertawa, dan saling menyiram dengan semangat kebebasan.
Petugas Damkar Tak Sekadar Pegang Selang, Tapi Juga Peluk Tawa
Yang tak kalah menarik, mobil Damkar Bondowoso hadir bukan dalam situasi darurat, melainkan ikut menjadi pusat perhatian. Para petugas bergabung dalam pesta air, menciptakan kolaborasi yang tidak biasa antara pemadam kebakaran dan dunia pendidikan.
"Melihat wajah-wajah siswa yang begitu ceria saat bermain air bersama kami adalah kebahagiaan tersendiri," ujar Martanto, Plt. Kabid Damkar Bondowoso.
"Ini bukan hanya kegiatan hiburan, tapi momen berharga yang akan mereka kenang selamanya."
Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Menurut Martanto, ini adalah bentuk pendekatan humanis. Damkar tidak hanya hadir saat bencana, tapi juga di tengah momen bahagia masyarakat. “Kami ingin anak-anak melihat bahwa kami bisa menjadi sahabat mereka. Ini juga bagian dari edukasi, mengenalkan peran Damkar secara menyenangkan,” tambahnya.
Jadi Tren Tahunan, Puluhan Sekolah Sudah Mendaftar
Dari catatan Dinas Damkar Bondowoso, sudah ada lebih dari 20 sekolah lain yang mengajukan jadwal untuk menggelar Water Party hingga akhir bulan Juni. Dalam setiap kegiatan, sekitar 2.000 hingga 3.000 liter air disiapkan, dengan protokol keselamatan tetap dijaga.
Dukungan dari orang tua dan masyarakat juga cukup tinggi. Beberapa bahkan datang menyaksikan langsung, mengabadikan momen yang bisa jadi hanya terjadi sekali dalam hidup anak-anak mereka.
Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
Tak Sekadar Basah, Tapi Melekat di Hati
Kegiatan sederhana ini membuktikan bahwa kebahagiaan bisa lahir dari hal-hal yang tak mewah. Kombinasi antara air, tawa, dan kebersamaan menjadi kenangan yang akan melekat sepanjang hidup para siswa.
Damkar Bondowoso berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut setiap tahun, sebagai bagian dari pendekatan pelayanan publik yang lebih inklusif dan menyentuh sisi emosional masyarakat.
Karena dalam dunia pendidikan, tak semua pelajaran datang dari buku, sebagian datang dari momen kecil yang penuh tawa dan rasa syukur. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat