Digelontor APBD Ratusan Miliar, DPRD: Suroboyo Bus dan Wira Wiri Belum Maksimal 

Reporter : Ibrahim
Josiah Michael, dok JatimUPdate.id/roy

Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Josiah Micahel atau yang akrab dipanggil Bro Michael mengatakan, Suroboyo Bus dan Feeder Wira Wiri hasilnya belum maksimal meskipun digelontor dana APBD Rp100 MIliar namun

Padahal beber Bro Michael sokongan dana APBD sebesar Rp100 Miliar harusnya bisa menambah trayek dan armada baru.

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Hasilnya hari ini masih sama tidak ada perubahan. Subsidinya, saya ingat saja ya, kalau tidak salah 100 miliar lebih. Pertahun? Ya, pertahun. Nah harus bisa efisien, mengoptimalkan pendapatan, jadi uang yang selama ini subsidi bisa untuk penambahan trayek baru, armada baru." tutur Bro Michael, Senin (9/6).

Bro Michael juga mengingatkan, Pemkot Surabaya memperhatikan infrastruktur transportasi masal tersebut.

Pasalnya sebut dia, banyak halte ataupun bus stop tidak dilengkapi fasilitas penyeberangan jalan. 

"Coba dicek, ada berapa banyak halte ataupun bus stop yang di sekitarnya tidak ada fasilitas penyeberangan jalan. Ketika orang turun, sedangkan dia bukan di sana tujuannya, dia mau nyeberang bagaimana caranya? Nyawa jadi taruhan." tukas ketua Fraksi PSI

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Selain itu, Bro Michael juga menyoroti pedestrian yang dianggap belum layak digunakan oleh pejalan kaki. Sehingga menimbulkan keengganan bagi warga menggunakan transportasi massal itu.

"Pedestriannya juga masih belum jelas, belum lengkap, belum baik untuk jalan kaki. Orang mau naik juga males, Mau turun, turun ke mana?" papar dia.

Bro Michael, juga mengkritik belum tersedianya parkir kendaraan bagi warga yang ingin mengguna Suroboyo Bus maupun Wira Wiri. 

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Sedangkan Suroboyo Bus dan Wira Wiri rutenya tidak masuk ke wilayah pemukiman warga.

"Parkir kendaraannya di mana? Misalkan yang tinggal di daerah perumahan, mereka keluar dari rumahnya kan tidak mungkin semua jalan kaki. Mereka membawa kendaraannya sendiri. Sedangkan transportasi publi kita tidak sampai masuk ke wilayah pemukiman." demikian Josiah Michael. (Roy).

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru